Suaranusantara.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pemprov DKI tidak akan mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik siswa yang diamankan polisi saat demo di DPR RI, pada Kamis (29/8/202) kemarin.
“Jadi urusan KJP itu kewenangan sepenuhnya pemerintah Jakarta. Dan dalam hal ini tidak ada keinginan kami untuk mencabut KJP,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (29/8).
Pramono menambahkan, pihaknya juga tidak memberikan kewajiban libura sekolah kepada para siswa.
Menurutnya, sebagian besar sekolah tetap berjalan normal, meski ada beberapa yang memilih meliburkan aktivitas tatap muka.
“Beberapa sekolah ada yang memang permintaan dari sekolah tersebut, tetapi kalau tidak ada permintaan sekolahnya bisa berjalan dengan biasa,” ujar Pramono.
“Memang ada beberapa sekolah yang meminta untuk diliburkan. Artinya melakukan work from home (WFH), tetapi sebenarnya hampir sebagian besar sekolah di Jakarta sekarang ini berjalan normal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pramono mengatakan bahwa dirinya telah meminta seluruh sekolah di Jakarta untuk memperketat pengawasan terhadap siswanya agar tidak terlibat dalam aksi demonstrasi.
Instruksi tersebut ia sampaikan melalui Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana.
“Secara khusus saya sudah meminta kepada Bu Nahdiana untuk berkomunikasi dengan seluruh sekolah yang ada di Jakarta, dengan kepala-kepala sekolah. Beberapa tentunya diminta untuk sekolah memberikan pengawasan yang ketat untuk tidak ikut demo-demo yang terjadi beberapa hari ini,” kata Pramono, Kamis (28/8).


















Discussion about this post