Suaranusantara.com – Pemprov DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan jelang potensi hujan ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Rabu (1/10/2025) hingga Kamis (2/10/2025).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya telah menerima peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi curah hujan tinggi dalam dua hari ke depan.
“Jadi, kami sudah mendapatkan warning dari BMKG mengenai kemungkinan dalam 1, 2 hari ke depan ini akan ada curah hujan ekstrem,” kata Pramono kepada wartawan di Jakarta Barat, Selasa (30/9/2025).
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI telah menyiagakan lebih dari 1.200 pompa air yang terdiri dari pompa portable dan statis di berbagai titik rawan banjir.
“Pompa yang portable-nya hampir 600, yang statisnya juga kurang lebih hampir 600, sekarang sudah kita stand by-kan,” ujar Pramono.
Selain itu, Pramono juga memerintahkan para wali kota untuk menambah jumlah pasukan pelangi guna mempercepat pembersihan saluran air agar aliran tetap lancar saat hujan deras turun.
“Dan, yang paling penting adalah kami juga sudah meminta kepada para wali kota melalui pasukan pelanginya untuk, Selokan-selokannya dibersihkan,” ucapnya.
Pramono berharap hujan dengan intensitas tinggi hanya terjadi di wilayah Jakarta sehingga ibu kota tidak menerima limpahan air dari daerah hulu.
Meski demikian, Pramono berharap hujan ini hanya terjadi di Ibu Kota agar Jakarta tak mendapatkan limpahan air dari wilayah atas alias Jawa Barat.
“Tetapi, mudah-mudahan, curah hujan ini hanya di Jakarta, tidak kemudian dari atas, saya yakin akan segera tertangani,” ucap Pramono.
“Tapi, mudah-mudahan, curah hujannya tidak di atas 250 (mm). Kalau 200 (mm) saja pasti (teratasi dengan mudah),” lanjut dia.
















Discussion about this post