Suaranusantara.com – Gedung baru Stasiun Rangkasbitung, di Kabupaten Lebak, Banten, hari ini mulai diuji coba. Berbagai fasilitas telah disiapkan untuk melayani 83.000 penumpang yang naik turun setiap harinya.
“Ada tujuh lift, lima eskalator, musala, empat toilet, empat akses pintu masuk, dua area drop off di sisi Selatan dan Utara, ruang laktasi, toilet disabilitas, 15 gate, 15 ruangan, area tenant dan JPO (Jembatan penyeberangan orang),” kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I, Ferdian Suryo Adhi Pramono.
Ferdian mengatakan, pembangunan stasiun tidak hanya sekedar upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna kereta api (KA), namun bagian dari upaya meningkatkan cara bertransportasi kepada masyarakat.
“Kalau biasanya masyarakat masih dengan stasiun yang eksisting, belum terbiasa dengan adanya lift, eskalator, ketertiban dan kedisiplinan mudah-mudahan dengan fasilitas yang baru sudah bisa menunjukkan begini lah cara bertransportasi umum yang lebih baik,” tutur Ferdian.
Nantinya, Stasiun Rangkasbitung Ultimate diharapkan akan menjadi wajah dan pusat keramaian Kabupaten Lebak, salah satunya penataan kota yang sudah dimulai dengan penataan pedagang di Jalan Sunan Kalijaga dan Jalan Tirtayasa.
“Saya berharap ke depan bisa dibangun pusat perbelanjaan, rumah sakit dan sekolah yang dekat stasiun supaya masyarakat bisa lebih mudah mengakses,” ucap Ferdian.
Ia menjelaskan, uji coba gedung baru untuk sementara hanya melayani pengguna KA Commuter. Sedangkan untuk pengguna KA Lokal ditargetkan pada awal Desember 2025.
“Sebelum Nataru (Natal dan tahun baru) Ultimate sudah bisa melayani pengguna secara keseluruhan, termasuk aksesnya juga sudah terselesaikan,” pungkasnya.


















Discussion about this post