Suaranusantara.com – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, August Hamonangan, mengkritik langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mengimpor 3.100 ekor sapi dari Australia guna memenuhi kebutuhan daging sapi selama Ramadan hingga Lebaran 2026.
Menurut August, kebijakan tersebut tidak sejalan dengan semangat kedaulatan pangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Ia menyoroti Pasal 29 Ayat (2) UU tersebut yang menyebutkan bahwa cadangan pangan pemerintah daerah harus bersumber dari produksi dalam negeri.
“Langkah Mas Gubernur (Pramono Anung) ini sangat mengherankan. Ketika undang-undang dengan jelas mengatur bahwa pemprov harus mendapatkan cadangan-cadangan pangannya dari dalam negeri, Mas Gubernur malah melakukan impor,” kata August kepada wartawan, Kamis (26/2).
Ia juga menyesalkan jumlah sapi yang diimpor dinilai cukup besar. Menurutnya, impor yang sudah direalisasikan mencapai lebih dari 3.000 ekor, sementara kuota yang disiapkan mencapai 7.500 ekor.
“Mas Pram langsung tancap gas mengimpor sebanyak 3 ribu ekor lebih. Bahkan, kuotanya ada 7.500 ekor. Jadi yang datang juga baru sebagian saja. Mengapa Mas Gubernur nggak mencari sapi-sapinya dari dalam negeri dulu,” ucapnya.
Saat ini, DPRD DKI Jakarta tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Pangan yang merupakan inisiatif Pemprov DKI. August menyatakan pihaknya akan mendorong agar regulasi tersebut selaras dengan undang-undang yang lebih tinggi, termasuk ketentuan mengenai kewajiban pemenuhan cadangan pangan dari dalam negeri.
“Kami sedang membahas Perda yang sangat penting di DPRD,” imbuhnya.
Ia menegaskan, Raperda Penyelenggaraan Sistem Pangan harus mampu menjamin ketahanan dan ketersediaan pangan bagi warga Jakarta. Salah satunya dengan memastikan Pemprov DKI memprioritaskan sumber pangan berkelanjutan dari dalam negeri.
“Salah satunya adalah dengan meminta kepada Pemprov DKI untuk mencari sumber-sumber pangan yang berkelanjutan dari dalam negeri,” pungkasnya.


















Discussion about this post