SuaraNusantara.com Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Banten, Juwita Wulandari mewanti-wanti kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) supaya tidak menyajikan makan bergizi gratis (MBG) secara asal-asalan.
Politisi PDI Perjuangan yang juga berlatar belakang dokter ini menyebut menu yang diberikan asal-asalan kepada penerima manfaat dapat berimbas pada gagalnya program strategis pemerintahan Prabowo Subianto tersebut untuk menaikkan kualitas gizi dan mencegah stunting.
“Tentu saja kalau menu yang disajikan SPPG asal-asalan, tidak dijaga kualitasmya maka sudah pasti akan berdampak terhadap gizi yang tidak seimbang, dan punya risiko terhadap anak. Artinya, program ini gagal meningkatkan gizi,” kata Juwita, Selasa (24/2/2026).
Juwita menyayangkan jika sampai ada dapur SPPG yang menyiapkan menu MBG untuk anak maupun ibu hamil dan menyusui secara asal. Ia mengingatkan, porsi dan kombinasi MBG harus menjadi perhatian serius pengelola SPPG.
“Saya minta SPPG serius menyajikan menunya, jangan asal-asalan. Karena MBG bukan cuma soal profit aja, tetapi yang lebih utama adalah tanggung jawab moral pada publik. Karena hakikatnya anggaran MBG itu dari pajak rakyat yang harus dibelanjakan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Terkait menu MBG perdana untuk siswa di bulan Ramadan yang banyak disorot dan dikeluhkan oleh wali murid di sejumlah sekolah di wilayah Rangkasbitung, Juwita mengaku, DPRD punya langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Insya Allah pasti kami tindak lanjuti agar memastikan menu MBG yang dikeluarkan oleh SPPG tidak asal-asalan,” katanya.(Def)


















Discussion about this post