
Magelang-SuaraNusantara
Puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2017 hari Jumat (8/9/2017) malam di lapangan Alun-Alun Kota Magelang, Jawa Tengah ditandai dengan acara sakral pencampuran tanah dan air. Menpora Imam Nahrawi bersama Wali Kota Magelang Sigit Widyonandito dan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta menandai penyatuan tanah dan air ini dengan pemukulan kentongan.
“Haornas sudah tersebar dari beberapa bulan yang lalu dan malam ini kita menyatukan tanah dan air yang diambil dari tempat agung di sekitar 90 kabupaten di Indonesia,” kata Menpora dalam sambutannya.
Menpora mengajak masyarakat baik di kota Magelang dan seluruh Indonesia pada peringatan Haornas 2017 ini agar gemar berolahraga. “Olahraga bukan hanya menjadi kewajiban atlet, namun masyarakat juga wajib untuk berolahraga,” tegas Menpora.
Mengenai masalah prestasi Indonesia di SEA Games 2017 Malaysia, Menpora mengajak seluruh masyarakat Indonesia menghargai perjuangan para atlet. “Sea Games 2017 adalah hasil kerja keras dan jerih payah perjuangan atlet kita yang harus kita banggakan. Meskipun dalan beberapa hal kita dikerjain (dicurangi), tapi para pejuang merah putih terus bertanding secara sportif. Ke depan kita harus intropeksi dan evaluasi untuk lebih baik,” jelas Menpora.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonandito mengatakan, setelah tanah dan air tercampur, selanjutnya akan ditanam di Gunung Tidar yang nantinya akan menjadi destinasi wisata.
“Acara ini bisa menjadi momentum untuk membangkitkan kembali olahraga di Indonesia. Dan besok puncak acara akan dilaksanakan di Stadion Mohamad Subroto yang saat ini kami rawat dengan baik untuk kemajuan olahraga Magelang,” kata Wali Kota.
Acara pencampuran tanah dan air juga diramaikan dengan pertunjukkan Wayang Kulit dengan Dalang Waseno Slank.
Kontributor: Maryono

















