Kabupaten Pandeglang – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang berdampak terhadap produksi pangan.
Pandeglang yang menjadi lumbung pangan di Provinsi Banten saat ini juga tengah mentargetkan swasembada jagung.
“Kekeringan ini membuat produksi pangan sedikit banyak terganggu terutama wilayah selatan yang menjadi lumbung pangan. Hasil panen mereka tidak tumbuh dengan baik,” kata Irna, Senin (1/7/2019).
Ditambah lagi lantaran embung di setiap desa belum seluruhnya berfungsi dengan maksimal dikarenakan ada beberapa embung yang dibangun tanpa saluran irigasi.
“Kami akui belum seluruhnya embung berfungsi maksimal. Karena ada beberapa embung yang dibangun tanpa saluran irigasi, jadi tidak bisa mengairi persawahan karena tidak ada saluran cacingnya,” ungkap Irna.
Namun diakui Irna, persoalan tersebut tidak menjadi masalah bagi petani yang mengikuti asuransi. Pasalnya, saat mereka memiliki asuransi, lahan mereka akan mendapat ganti rugi Rp6 juta per hektar jika mengalami gagal panen.
“Bagi yang belum ikut asuransi, kami akan terus dorong supaya mereka disubsidi oleh pemerintah,” ujarnya.
Sementara untuk mengatasi kekeringan, BPBD dan PDAM mengirimkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang dilanda kekeringan. Sementara untuk petani, pemerintah akan membantu dengan pompa air.
“Kami sedang memetakan daerah mana saja yang dilanda kekeringan tahun ini, untuk mendapatkan bantuan sumur pantek dari Kementerian PUPR,” tandasnya.
Kasi Damkar, Logistik, dan Kedarurantan BPBD Pandeglang Endan Permana menyebut, terdapat lima kecamatan di yang mengalami krisis air bersih.
“Kecamatan Bojong, Picung, Patia, Munjul dan Pandeglang. Daerah tersebut memang sudah menjadi langganan bencana kekeringan,” katanya.(aep/and)


















Discussion about this post