Lebak, Suaranusantara.com – Anggota DPR RI Komisi XI Marinus Gea mengapresiasi peluncuran Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang dilaksanakan oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Banten bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banten serta semua jajaran TPID Kabupaten/Kota di wilayah Banten yang di selenggarakan di Alun-alun Malimping Kabupaten Lebak, Rabu (31/08/2022).
Marinus Gea dalam sambutannya mengatakan dalam rangka untuk mengendalikan inflasi khususnya inflasi pangan yang sangat signifikan yang terjadi di Banten perlu menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta bergotong-royong.
Dan ini juga dalam rangka mengimplementasikan GNPIP yang sudah dicanangkan oleh Presiden Jokowi di 2022.
“Acara hari ini sangat bagus sekali ya, karena melibatkan semua elemen terkait, dan sama-sama kita dorong dan semangati untuk menyelesaikan persoalan-persoalan inflasi ini, ” ungkap politisi asal PDI Perjuangan itu.
Anggota DPR RI yang duduk di komisi XI itu juga menyampaikan agar masyarakat turut serta dalam meningkatkan produktivitas dan tidak hanya sebagai pengguna namun mampu memproduksi serta serta menghasilkan.
“Seperti yang saya katakan bahwa semua elemen masyarakat harus bergotong-royong untuk turut serta ya dalam meningkatkan produktivitas, jadi masyarakat tidak hanya menjadi sebagai pemakai saja tapi juga memproduksi atau menghasilkan pangan yang menyebabkan inflasi,” jelasnya.
Sementara itu dilokasi yang sama kepala KPw Bank Indonesia Banten Imaduddin Sahabat mengatakan dalam kegiatan hari ini dilakukan penandatanganan kesepakatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) Provinsi Banten diantaranya Poktan Tani Mukti (Cibeber, Lebak) dengan Kelompok Usaha Dagang Bang Brang Jaya Tani Sukabumi untuk pengiriman cabai merah besar minimal 1-2 ton/minggu, Kop. Eptilu (Garut) dan Family Sayur (Kota Serang) berupa pengiriman sayuran, Poktan Berkah Mandiri Lebak dengan PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) berupa pengiriman komoditas cabai merah dan cabai rawit dan Gapoktan Suka bungah dengan PT. Food Station berupa pengiriman beras sebanyak 30 ton.
” Kita juga melakukan penyerahan PSBI berupa Sarana Prasarana Pendukung Digital Farming ‘Kerjasama Digital Farming Poktan Berkah Mandiri dengan Habibi Garden, Kerjasama Kelompok Tani Mekar Jaya (Kab. Serang), Taruna Mekar (Pandeglang), Sukatani 3 dengan Segari.id ‘Kerjasama Poktan Mekar Jaya (Kab Serang) dengan Mamang Sayur (Kota Cilegon),” ujar Imaduddin.
Imaduddin juga mengatakan untuk ketahanan Pangan melalui Urban Farming – Merdeka 77K dengan memberikan 77.000 bibit cabai kepada KWT, Poktan, kelompok masyarakat, pondok pesantren, dan komunitas di 8 kab /kota Banten.
” Kita juga melakukan tanam bibit cabai di Sentra Cabai Malingping di Pantai Karang Nawing,” katanya.
GNPIP ini merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia Banten dengan Pemerintah Daerah untuk mengendalikan inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi guna mendukung ketahanan pangan secara integratif, dan masif.
Dalam kegiatan ini Bank Indonesia Banten melakukan Kesepakatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) Provinsi Banten, penyerahan PSBI berupa Sarana Prasarana Pendukung Digital Farming, Ketahanan Pangan melalui Urban Farming Merdeka dengan pemberian 77.000 bibit cabai, dan menggelar pasar murah yang di ikuti 40 UMKM serta menggelar tanam serentak di Sentra Cabai Malingping di pantai Karang Nawing.
Acara peluncuran GNPIP ini dihadiri oleh Kepala KPw Bank Indonesia Banten Imaduddin Sahabat, Staf Ahli Gubernur Banten Komari, Bupati Lebak Iti Octaviani Jayabaya, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Aan Muawanah.(rnd)


















Discussion about this post