Suaranusantara.com – Trah Amangkurat Jawa mengadakan acara silaturahmi sekaligus berziarah ke makam BRAy Sedah Mirah di situs bekas Keraton Kartasura di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Minggu (23/2/2025).
Ketua Umum Trah Amangkurat Jawa (TAJ), KRRA Indro Yudonegoro mengatakan, semua doa difokuskan ke makam BRAy Sedah Mirah.
“Semua doa dan ziarah di Kraton Kartosuro difokuskan di makam BRAy Sedah Mirah, dimana beliau adalah Garwo Ampil dalem susuhunan Pakubowono IX,” kata KRRA Indro, Senin (24/2/2025).
Tak hanya itu, kata Indro, pihaknya turut mendoakan makam-makam yang berada di kawasan tersebut.
“Pada hakekatnya seluruh yang dimakam tersebut juga di doakan oleh seluruh darah dalem Trah Amangkurat Jawa,” ucap dia.
Setelah ziarah, KRRA Indro menuturkan, pihaknya langsung kembali menuju pendopo untuk saling bersilaturahmi.
“Dengan adanya silaturahmi ini bisa saling mengenal dan harapannya kelak bisa berkontribusi bersama di dalam memajukan dan mempertahankan warisan luhur budaya bangsa,” kata KRRA Indro.
“Di zaman milenial ini dimana degradasi jati diri dan budaya bangsa tergerus dengan begitu hebatnya,” tambahnya.
Sementara, R Ry Bambang Sulistyo Prabowo sebagai inisiator acara mengatakan, ziarah dan silaturahmi berjalan dengan baik.
R Ry Bambang lantas mengungkapkan, sejarah adanya pembentukan Trah Amangkurat Jawa dimulai pada 2022.
Dimana dirinya menemukan pikukuh kuno saat berada dirumah kakeknya sebagai warisan secara turun menurun sejak 1945 dan 1950.
“Saya adalah buyut Demang Kertoprawiro Kalibawang Wonosobo terus kemudian saya tanya orang-orang pemerhati kraton.
“Akhirnya saya dimasukan di grup WhatsApp kelompok suatu trah,” kata dia.
Namun, R Ry Bambang menjelaskan, dirinya tidak bisa mengikuti kelompok tersebut karena adanya perbedaan silsilah dengan leluhurnya. Pada akhirnya ia keluar dan bersama R Ry Ige Hari untuk membuat grup Trah Amangkurat Jawa.


















Discussion about this post