Suaranusantara.com- Presiden China Xi Jinping turut menyampaikan rasa simpatinya atas penembakan yang dialami Presiden AS ke-45 Donald Trump.
“China prihatin dengan insiden penembakan mantan Presiden Trump (Donald Trump). Presiden Xi Jinping telah menyampaikan belasungkawa kepada mantan Presiden Trump,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataan tertulis di Beijing, Senin 15 Juli 2024.
Diketahui pada Sabtu 13 Juli 2024, Donald Trump tengah berpidato Pilpres di hadapan massa di Pennsylvania.
Namun tiba-tiba terdengar suara tembakan kencang dan kemudian Trump ambruk di balik podium tempat dia berpidato tadi.
Dengan cepat para Agen Secret Service atau Dinas Rahasia AS langsung melindungi Trump.
Trump pun berdiri dengan mengepalkan tangannya di hadapan massa yang menandakan bahwa dia baik-baik saja.
Kendati demikian, wajah bagian kanan terlihat bercucuran darah yang mengucur dari telinga lalu ke pipi.
Agen FBI pun mengungkap bahwa pelaku penembakan adalah seorang pria muda yang berusia 20 tahun bernama Thomas Matthew Crooks.
Pria muda penembak Trump ini diketahui berasal dari Bethel Park di Pennsylvania, atau sekitar 70km dari Butler yang merupakan tempat kejadian perkara penembakan.
Usai menembak Trump, pria bersenjata itu ditembak mati oleh agen Dinas Rahasia AS yang juga bertugas sebagai pasukan pengamanan presiden dan mantan presiden.
Kendati demikian motif penembakan terhadap Trump masih belum diketahui dan kasus ini masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat serta FBI.
Selain Xi Jinping, Presiden AS Joe Biden pun turut menyampaikan rasa simpati terhadap rivalnya itu.
Bahkan Biden turut mengecam atas kekesaran yang terjadi pada Sabtu lalu.
“Tidak ada tempat untuk kekerasan seperti ini di Amerika. Kita harus bersatu sebagai satu bangsa untuk mengutuknya,” ujarnya dalam unggahan di media sosial X dilihat Minggu 14 Juli 2024.
Biden juga mengaku bersyukur rivalnya, Trump dalam kondisi baik-baik saja.
Selain Biden, Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro dari Partai Demokrat juga mengecam penembakan tersebut.
“Kekerasan yang menarget pemimpin partai politik atau pemimpin politik mana pun sama sekali tidak dapat diterima,” katanya.
*


















Discussion about this post