Suranusantara.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus Capres 2024, Anies Baswedan mengingatkan kepada Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) untuk tidak memanipulasi fakta saat melakukan penulisan ulang sejarah indonesia.
Sebab, menurut dia, sejarah adalah catatan utuh.
Maka dari itu, kata dia, pentingnya objektivitas dan kelengkapan dalam menyusun sejarah bangsa.
“Objektivitas, kelengkapan atas semua peristiwa yang terjadi. Bangsa manapun ada masa jaya, ada prestasi yang dibanggakan, ada problem yang harus dikoreksi. Dan kesemuanya adalah bagian dari sejarah,” ujar Anies kepada wartawan, Minggu (13/7/2025).
“Karena itulah penting untuk tidak mengurangi dan juga tidak menambah, tapi lengkap apa adanya, sehingga sejarah menjadi pelajaran. Keberhasilan jadi kebanggaan, kekurangan jadi bahan untuk koreksi. Itulah perjalanan bangsa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Anies mengibaratkan sejarah bangsa seperti sejarah pribadi setiap manusia yang selalu ada sisi gemilang, tapi juga ada kegagalan dan luka yang tak bisa dihapus begitu saja.
“Manusia juga begitu, ada prestasi, ada mungkin kalian berfrustasi, dan itu bagian jadi sejarah pribadi. Itu pesan saya,” ucapnya.
Sebagai informasi, Kementerian Kebudayaan sedang menggarap proyek penulisan ulang sejarah Indonesia.


















Discussion about this post