Suaranusantara.com- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada Selasa 29 Juli 2025 dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta.
Adapun Mendagri Tito dipanggil Prabowo lantaran untuk membahas Sekolah Rakyat. Kata Tito, Prabowo ingin segera meluncurkan sebanyak 200 Sekolah Rakyat pada tahap pertama.
Kendati demikian, Tito menyampaikan bahwa dalam peluncuran Sekolah Rakyat tentu harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu di lapangan. Apakah bisa langsung 200 diluncurkan atau 100.
“(Bahas apa) Sekolah Rakyat. Nanti lead sektornya, eksekusinya untuk berapa banyak yang akan di-launching pertama, apakah 100? Atau 200? Keinginan Pak Presiden 200. Tapi kan semua ngecek lapangan,” kata Tito, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 29 Juli 2025.
Pada prinsipnya, Tito menegaskan Kemendagri mendukung harapan Prabowo. Dia menuturkan Prabowo ingin Sekolah Rakyat diadakan di semua jenjang pendidikan.
“Dari Kemendagri juga mendukung. Kemensos yang berada di depan. Tapi kita semua mendukung. Mana yang sekolah rakyat, yang menuhi kriteria, keinginan Pak Presiden itu kan ada boarding, TK, SD, SMP, SMA untuk masyarakat yang tidak mampu anak-anaknya,” ucap dia.
Tito mengatakan segala perlengkapan siswa di Sekolah Rakyat akan disiapkan mulai dari makanan hingga berbagai fasilitas. Tito menjelaskan program itu mendapat respons baik dari pemerintah daerah.
“Dan selain dari pusat, ada juga daerah-daerah yang mengajukan, terutama ada yang lahan saja, ada yang lahan dengan bangunan, tapi yang tidak sesuai spek. Ada juga yang memang sudah siap,” ujar dia.


















Discussion about this post