Suaranusantara.com- Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman resmi ditunjuk menjadi Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggantikan Arief Prasetyo Adi pada Jumat 10 Oktober 2025.
Amran Sulaiman ditunjuk langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk menempati posisi sebagai Kepala Bapanas.
Usai ditunjuk jadi Kepala Bapanas, Amran Sulaiman mengungkap tugas khusus yang diberikan langsung oleh Prabowo
Kata Amran, Prabowo memberikan tugas khusus yakni mempercepat swasembada pangan nasional agar bisa segera terwujud dan memberikan manfaat bagi petani serta konsumen.
“Tugas dari Bapak Presiden (Prabowo) jelas: swasembada secepat-cepatnya, menguntungkan petani, konsumen tersenyum,” ujar Amran usai memimpin rapat perdana bersama jajaran Bapanas di Kantor Bapanas, Jakarta Selatan, Senin 13 Oktober 2025.
Amran dalam rapat meminta jajarannya memantau harga pangan strategis secara realtime setiap hari.
Ia meminta agar pengawasan terhadap seluruh komoditas pangan yang mendapat subsidi pemerintah senilai Rp150 triliun dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.
“Kami minta dipantau terus-menerus, diawasi, khususnya pangan yang disubsidi pemerintah Rp150 triliun subsidi pemerintah. Itu kita wajib intervensi. Karena kita harus jaga petani dengan HPP, jaga konsumen dengan HET, mutlak. Semua beras yang disubsidi pemerintah itu harus diintervensi, diawasi,” ujarnya.
Amran juga mengaku optimistis dapat memperkuat kinerja Bapanas karena sudah lama bekerja dengan sebagian besar tim di lembaga tersebut.
“Mereka ini bukan tim baru, ini dari dulu saya sama-sama semua. Dia sudah ngerti cara kerja kita. Jadi insya Allah kami yakin ke depan lebih baik,” ujarnya.
Selain swasembada, Amran menyebut stabilisasi harga bahan pangan pokok juga menjadi target utama.
Ia mengakui masih ada empat komoditas utama yang bergantung pada impor, yakni kopi, daging, gula, dan satu komoditas lain yang masih dalam pendataan, namun pemerintah telah menyiapkan langkah percepatan produksi dalam negeri.
“Sekarang gula, kita sudah mulai penanaman. Gula ini kita di seluruh Indonesia, Jawa Tengah, Lampung, Jawa Timur khususnya, Sulawesi. Semua yang ada gula, Sumatra Utara, kita bongkar raton, rencana tiga tahun. Dan insya Allah white sugar, doakan paling lambat tahun depan sudah tidak impor,” ujarnya.
Amran menjelaskan tahapan swasembada akan dimulai dari pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat sebelum berlanjut ke kebutuhan industri.
“Jadi yang pertama kita penuhi adalah kebutuhan pokok. Katakanlah gula, gula konsumsi dulu. White sugar yang sekarang, kemudian gula industri. Jadi ada tahapannya. Sekarang gula white sugar sudah oke, on track, on the right track. Kemudian kita ke industri,” ujarnya.


















Discussion about this post