Suaranusantara.com- Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluhkan soal kesulitan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Untuk itu, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman langsung bertindak mencari lahan serta turut serta membangun peternakan guna memenuhi kebutuhan MBG.
Hal itu disampaikan Amran usai bertemu dengan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid saat menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada 20 November 2025.
Kata Amran, dalam pertemuan tersebut membahas keluhan BGN yang tengah mencari tambahan bahan baku untuk program MBG. Dalam pertemuan itu, Amran akan mencari lahan guna menanam kedelai untuk memenuhi kebutuhan MBG.
“(Rapat) pertama (membahas) kedelai. Kita mau tanam kedelei 1 juta hektare ke depan, secara bertahap. Dan hari ini sudah dirapatkan lagi jam 6 pagi (bersama tim Kementan). Jam 5 lewat sudah ada tim. Jadi kita selalu rapat, jam 6 pagi,” kata Amran saat ditemui di kediamannya, Jakarta, Jumat 21 November 2025.
Lahan untuk menanam kedelai, kata Amran timnya tengah memetakan letak 1 juta hektare tersebut. Opsinya, bisa jadi membuka lahan baru atau mencari lahan bekas sitaan yang belum pernah ditamani sawit.
“Lahan baru, lahan eks yang disita tetapi belum ada sawitnya. Kita rencana tanami kedelei,” tutur dia.
Lalu, peternakan yang di mana dalam rapat kemarin Amran ingin dikerjasamakan dengan Kementerian Kehutanan. Dia menuturkan, menteri kehutanan menyambut baik hal tersebut.
“Kami tadi telpon, bicara langsung dengan Pak Menteri Kehutanan,” ungkap dia.
Amran menambahkan, peternakan dimaksud adalah peternakan ayam dan sapi perah. Rencananya, peternakan ayam tahap pertama akan dibangun sebanyak 12 titik. Sedangkan, peternakan sapi perah di tahap awal akan dibangun sebanyak 2 titik.
“Pertama, 2 titik peternakan sapinya di Jawa Timur. Kabupaten Probolonggo. Kemudian, di Jawa Barat, Indramayu. (Kalau peternakan ayam) Jawa Timur, Lampung, Kalimantan per pulau ya. Supaya mandiri pakan,” tutur dia.
Di lain hal, Mentan menyinggung soal mandiri pakan yang dibangun demi menolong para peternak kecil agar pakan mereka terjamin dan tidak lagi bergantung kepada pihak ketiga.
“Nah hati-hati, ini memberitakan jangan sampai salah persepsi. Pabrik pakan yang dibangun adalah untuk menolong peternak kecil agar pakannya terjamin, obat-obatannya terjamin dengan harga terjangkau. Itu maksudnya pemerintah. Jadi pabrik besarnya dibangun oleh pemerintah, tetapi di hilir peternak kecil itu kita perkuat!,” janji dia.
Sementara itu, untuk peternakan sapi perah, Amran memastikan akan ada integrasi yang bakal disiapkan oleh pemerintah. Mulai dari sapi perahnya, kemudian pabrik pakan dan juga penyediaan rumput.
“Ini yang paling berat adalah penyediaan rumput. Rencananya dibangunkan (tempat penyediaan rumputnya) pemerintah. Pemerintah yang bangun seperti ayam supaya peternak terjamin, pakannya terjamin, DOC (day old chick)-nya terjamin, vaksinnya terjamin,” harap Amran.
Terkait angka, Amran merinci anggaran diperlukan mencapai Rp20 triliun khusus untuk peternakan ayam. Sementara sapi, dibutuhkan Rp2,4 triliun untuk satu paket peternakan sapi.
“Jadi satu tempat peternakan sapi totalny ada sapi 67.000 ekor ya. Sumber dana rencana dari Danantara,” tutup Amran.


















Discussion about this post