Suaranusantara.com- Di balik peristiwa pilu bencana alam banjir dan tanah longsor yang langsung melanda tiga provinsi di Indonesia yakni Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh, ada hal menarik yang membuat mata terpesona.
Di balik musibah itu, seluruh mata tertuju pada Sungai Batang Ombilin di Sumbar yang airnya kembali jernih membiru usai diterjang banjir bandang.
Kejenihan air di sungai Batang Ombilin Sumbar itu terekam kamera video dan diunggah media sosial. Sontak membuat semua mata kagum.
Sungai Batang Ombilin berlokasi di Ombilin, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar. Sungai tersebut berhulu ke Danau Singkarak. Sungai ini menjadi perbincangan di media sosial lantaran airnya bersih di tengah beberapa wilayah di Sumbar dilanda banjir bandang.
Terlihat aliran air di sungai itu sangat deras. Ketinggian air di sungai meluap hingga merendam pohon dan teras bangunan seperti masjid di tepian sungai.
Seorang yang merekam keindahan sungai Batang Ombilin itu bernama Azila. Azila sengaja datang dari Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumbar, untuk melihat langsung kondisi sungai yang viral di medsos itu. Dia mengaku kaget melihat airnya berwarna biru.
“Karena lagi jalan-jalan lewat situ, Zila berhenti, kaget wah emang kayak gitu warna airnya,” kata Azila, Kamis 4 Desember 2025.
Azila yang mengaku datang sekitar pukul 13.00 WIB juga mengungkap ada banyak orang datang ke Danau Singkarak usai viral dengan kondisi airnya yang jernih. Menurutnya, hal itu menjadi fenomena yang jarang terjadi di tengah kondisi Sumbar usai dilanda banjir.
“Kayak fenomena yang jarang. Memang (sengaja) ke situ, soalnya penasaran banyak yang bilang kayak enggak percaya, jadi mau lihat,” ucapnya.
Dia juga mengunjungi dermaga Danau Singkarak tepatnya di Jembatan Ombilin. Dia menyebut kondisi sekitar danau masih sedikit banjir karena air di Danau Singkarak masih tinggi.
“Karena kan Danau Singkarak itu lagi naik airnya. Jadi kan sungai itu dari danaunya. (Dekat danau) masih sedikit (banjir), tapi nggak terlalu sampai ke jalan, cuma yang di bagian tepi-tepinya aja, yang biasanya orang jualan di sana,” ujarnya.
Lantas, bagaimana penjelasan ilmiah di balik fenomena ini?
Peneliti Ahli Utama Oseanografi dan Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), M. Reza Cordova, menjelaskan bahwa fenomena air sungai yang berubah menjadi biru atau hijau toska tersebut sangat mungkin terjadi secara alami.
Menurut Reza, ada faktor geografis yang mendukung kondisi tersebut. Sungai Batang Ombilin menerima limpasan air langsung dari Danau Singkarak yang memang memiliki karakteristik warna biru kehijauan.
“Fenomena air Sungai Batang Ombilin yang tampak biru kehijauan seperti di Swiss itu sepertinya memang sangat mungkin terjadi secara alami. Apalagi sungai ini menerima limpasan langsung dari Danau Singkarak,” ujar Reza, Kamis.
Reza memaparkan mekanisme ilmiah di balik perubahan warna ini. Hujan lebat dan banjir yang terjadi sebelumnya justru berperan dalam “membersihkan” sungai. Saat fase banjir mulai surut, sedimen-sedimen kasar yang biasanya membuat air keruh sudah terbilas terbawa arus deras.
Kondisi ini menyisakan air yang didominasi oleh aliran dari danau yang lebih jernih dengan sedimen tersuspensi yang lebih sedikit.
“Akhirnya cahaya matahari masuk lebih dalam. Nah, saat itu ada pembiasan cahaya di spektrum warna biru atau hijau zamrud,” jelas Reza.
Fenomena serupa, menurut Reza, juga terjadi di belahan dunia lain. Ia mencontohkan sungai-sungai di Selandia Baru yang tampak biru karena pantulan cahaya pada partikel mineral halus (glacial flour). Hal yang sama juga pernah diamati di Mindanao (Filipina) serta beberapa sungai di Sabah dan Sarawak pascahujan.
Selain itu, menanggapi keraguan publik apakah video tersebut hasil generate AI, Reza menegaskan alam memang memiliki variasi visual yang kadang cukup ekstrem. Namun, ia mengapresiasi skeptisisme masyarakat sebagai bentuk check and recheck.
“Masyarakat kalau menyangka itu AI bagus, karena ini check and recheck. Sering kali memang alam sendiri punya variasi yang cukup ekstrem, terutama setelah hujan besar dan banjir,” ungkapnya.
Kendati terlihat indah dan memukau, Reza mengingatkan agar masyarakat dan instansi terkait tidak terburu-buru menyimpulkan air tersebut aman sepenuhnya. Perubahan warna yang mencolok tetap perlu diwaspadai dan diperiksa secara ilmiah.
Warna biru kehijauan bisa saja dipengaruhi faktor lain, seperti mineral terlarut, peningkatan fitoplankton atau alga, hingga kemungkinan masuknya polutan akibat limpasan hujan ekstrem.
“Ini semua perlu kajian ya, tanpa data saya baru bisa menduga. Akan lebih aman jika instansi teknis di Sumbar nanti bisa melakukan pengambilan sampel dan analisis kualitas air, sebelum menyimpulkan bahwa fenomena ini sepenuhnya alami dan tidak berisiko,” pungkas Reza.
Ia pun berharap kondisi cuaca segera stabil dan wilayah terdampak banjir dapat segera pulih. “Semoga Aceh, Sumut dan Sumbar lekas kembali pulih.”
Sementara itu, Ahli Geologi Sumbar, Ade Edwar mengatakan air sungai Batang Ombilin mengandung batu kapur itu yang menyebabkan airnya jernih.
Harusnya airnya keruh kan? Tapi air danau Singkarak tetap jernih karena banyak mengandung batu kapur,” kata Ade.
Dia menjelaskan kawasan di sekitar Danau Singkarak memiliki kandungan batu kapur yang tinggi.
Material itu memiliki kemampuan menjernihkan air sehingga aliran sungai yang membawa limpasan banjir ke danau sudah dalam kondisi jernih.
“Sungai-sungai yang berhulu ke Danau Singkarak membawa air yang sudah jernih sehingga danau Singkarak tetap jernih,” ujar Ade.
Menurutnya, kondisi itu sudah menjadi keunggulan Danau Singkarak sejak lama. Air yang masuk ke danau berasal dari aliran sungai yang sebelumnya melewati kawasan berbatu kapur.
“Dari dulu keunggulan danau Singkarak itu adalah airnya yang selalu jernih. Ini disebabkan sungai-sungai yang berhulu ke sana sudah membawa air jernih karena batu kapur itu,” jelas Ade.
Ia menambahkan, fenomena ini berbeda dengan danau lain yang tidak berada di kawasan berbatu kapur. “Jika banjir tentu airnya coklat dan keruh karena tidak ada batu kapur itu,” kata Ade


















Discussion about this post