Suaranusantara.com- Jelang Ramadan yang tinggal menghitung hari lagi, biasanya harga-harga bahan pokok mengalami kenaikan.
Guna menghindari lonjakan harga pokok saat Ramadan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung punya cara jitu untuk mengendalikannya.
Pramono Anung memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sehingga, dapat menjaga harga-harga
“Yang pertama adalah monitoring rutin ketersediaan harga pangan. Baik itu beras, daging, LPG 3 kilogram serta kita akan tetap menerapkan apa yang dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta mengenai ‘early warning system’ terhadap harga-harga yang ada di Jakarta,” kata Pramono, Selasa, 10 Februari 2026.
Selain itu, pihaknya akan melakukan pengawasan keamanan terhadap ketersediaan pangan.
Terlebih, pada bulan Februari ini ada sejumlah perayaan besar yang berlangsung berdekatan mulai dari Imlek, Nyepi hingga Ramadan Idulfitri 1447 H.
Kata Pramono, ketersediaan pangan untuk hari-hari besar seperti Imlek, Nyepi, Ramadhan dan Idul Fitri di Jakarta saat ini dalam kondisi yang aman karena cadangannya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kemudian juga untuk subsidi pangan, kami melihat bahwa hampir semua komoditas di Jakarta sekarang ini relatif terkontrol dengan baik,” ungkap Pramono.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok mengatakan, menjelang Imlek dan Ramadhan, ketersediaan pangan di Jakarta terpantau dalam kondisi cukup meskipun terdapat kenaikan kebutuhan pangan.
“Peningkatan kebutuhan pangan dengan persentase terbesar terjadi pada komoditas telur ayam sebanyak 7,50 persen, daging sapi dan kerbau 3,57 persen dan bawang putih 3,57 persen,” katanya.
Hasudungan mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam penyediaan bahan pangan adalah melalui pelaksanaan kegiatan pangan murah keliling yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan Provinsi DKI Jakarta.
Dengan demikian diharapkan hal tersebut dapat mempermudah akses pangan masyarakat dengan harga terjangkau.
Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar kegiatan penyediaan dan pendistribusian pangan dengan harga murah bagi masyarakat tertentu.
Pada kegiatan ini, masyarakat penerima manfaat dapat membeli enam jenis komoditas pangan yaitu beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, ikan kembung dan susu UHT (khusus penerima KJP) seharga Rp126.000,- per paket.

















Discussion about this post