Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Refleksi 152 Tahun Pandeglang: Religiusitas Dan Nasionalisme Untuk Pengentasan Kemiskinan

Suara Nusantara by Suara Nusantara
30 March 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
H. Angga Syaripudin Yusup, M.Pd. (Pembina Geryanusa Foundation)

H. Angga Syaripudin Yusup, M.Pd. (Pembina Geryanusa Foundation)

5
SHARES
39
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Menyambut hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Pandeglang yang ke 152 tahun pada 1 April 2026 membuat kabupaten ini sebagai salah satu kabupaten yang usianya melampaui provinsi yang menaunginya, yaitu Provinsi Banten yang baru berusia 25 tahun.

Meskipun usia Pandeglang terlampau lebih tua dari Banten, itu tidak serta merta membuat salah satu kabupaten ini menjadi lebih sejahtera ketimbang kabupaten/kota lainnya di Banten, ironisnya Pandeglang adalah  Daerah Tingkat II termiskin di salah satu provinsi yang juga tidak sejahtera.

Kemiskinan di Pandeglang tercatat di Dinas Sosial (DinSos) Kabupaten Pandeglang pada 2025, setidaknya ada 105.350 jiwa yang tercatat masuk dalam kategori tidak mampu, jumlah ini artinya sekitar 8,51 persen warga Pandeglang hidup dengan bayang-bayang ketakutan akan hidup di masa depan. Tingkat kemiskinan Pandeglang sangat menyedihkan, jika dibandingkan dengan salah satu kota di Banten, yaitu Kota Tangerang yang baru berusia 32 tahun, yang “hanya” memiliki 5,19 persen. Kondisi yang memprihatinkan bagi sebuah daerah seperti Pandeglang yang memiliki potensi alam seperti taman nasional, pariwisata hingga tambang.

BACAJUGA

NKRI dan “EFISIENSI”

Peran Media Sosial dalam Menjaga dan Mengawal Demokrasi

Kondisi kemiskinan di Pandeglang juga terepresentasikan dengan tidak meratanya infrastruktur. Mengutip dari Kompas.com 1 Maret 2025, setidaknya puluhan kilometer jalanan Pandeglang yang rusak, belum lagi wilayah kabupaten ini memang sebagian besar merupakan hutan, perkebunan dan sawah. Dengan kerusakan infrastruktur jalan di Pandeglang ini membuat perputaran ekonomi warga menjadi terganggu, hal ini juga berdampak pada pendapatan warga yang terus menurun.

Padahal Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pandeglang sekitar 300 milyar rupiah, jumlah yang terbilang cukup banyak untuk sebuah kabupaten. Selain itu juga pemerintah kabupaten (Pemkab) mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK), namun dana tersebut terkena kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat sebesar 107 miliar pada tahun 2025 lalu.

Berdasarkan data-data ini kemiskinan dan ketertinggalan Kabupaten Pandeglang adalah sistematis tidak hanya infrastrukturnya, tetapi juga suprastrukturnya. Tanggungjawab bukan hanya tingkat kabupaten tetapi juga provinisi hingga pusat bertanggung jawab atas miskinnya kabupaten di ujung selatan Banten ini.

Sebagai bentuk refleksi, ironisnya saat warganya dihantui oleh kemiskinan struktural, statistik korupsi di Pandeglang menunjukkan angka yang menyedihkan. Berdasarkan data dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang, setidaknya indeks integritas di kabupaten ini 70,52, kebanyakan dari kasus-kasus tersebut merupakan penyelewengan anggaran, gratifikasi dan mark-up anggaran.

Hal ini juga yang membuat Pandeglang menjadi “zona merah” bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain kemiskinan yang struktural, korupsi di daerah ini juga struktural, mulai dari desa hingga ke kabupaten dan beberapa juga terkait dengan provinsi, tentu Pandeglang menyumbang 71,21 indeks bagi Provinsi Banten sebagai salah satu provinsi yang juga korup.

Ironisnya, selain kemiskinan dan korupsi, Pandeglang sebenarnya adalah kabupaten yang terkenal akan tingkat religiusitasnya yang tinggi sampai mendapat julukan “kota sejuta santri seribu ulama”, itu karena sekitar 99,84% penduduk Pandeglang beragama Islam. Selain itu ditambah dengan berdasarkan data dari Kementerian Agama (Kemenag) Pandeglang, setidaknya ada 1.531 masjid dan 80-an pesantren yang mendapatkan dukungan dari pemerintah.

Jumlah yang cukup banyak untuk kabupaten, dan seharusnya institusi agama bisa menjadi tolok ukur untuk perbaikan kehidupan warga di Pandeglang. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Radar Banten pada 2023 lalu, jumlah pesantren yang ada di Pandeglang bahkan jauh lebih tinggi, yaitu 1.645, namun memang hanya sebagian kecil yang mendapat dukungan dari Kemenag.

Ketertinggalan ekonomi warga Pandeglang juga berbanding lurus dengan tingkat pendidikan. Menurut data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) pada 2024, hanya sekitar 3,21 persen warga Pandeglang yang berhasil menamatkan perguruan tinggi dan bahkan angka warga tidak sekolah lebih tinggi dari itu, yakni sebesar 18,36 persen.

Tingkat pendidikan yang rendah ini juga menjadi salah satu faktor mengapa kabupaten ini begitu tertinggal.
Pendidikan di Pandeglang sebenarnya bisa menjadi satu hal yang berpotensi untuk memperbaiki taraf hidup warga Pandeglang, khususnya Pendidikan agama Islam. Islam mengajarkan kita untuk bersikap sederhana, hidup dengan apa adanya (Zuhud dan Qanaah). Agak ironis memang jika daerah yang begitu tinggi nilai-nilai keislamannya, justru menjadi sengsara.

Korupsi lahir dari ketamakan dan kemiskinan adalah konsekuensi yang harus ditanggung rakyat. Peran serta tokoh ulama dan santri yang ada di Pandeglang untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang sederhana harus lebih massif, terutama untuk menekan cara pandang hidup kapitalistik yang tidak pernah puas.

Para pemangku kebijakan di Pandeglang seyogyanya yang paling konsekuen menginterpretasikan “kota sejuta santri seribu ulama”, agaknya memalukan jika daerah yang sedemikian rupa religiusnya menjadi yang termiskin di provinsinya yang juga miskin.

Di sinilah kemudian muncul seharusnya rasa cinta tanah air, rasa cinta kepada rakyat, karena cinta adalah kekuatan yang tidak bisa dibendung. Jika para pejabat publik di Pandeglang bisa menerapkan nilai-nilai Islam dan nasionalisme yang mendasar, tentu kepentingan rakyat adalah yang utama.

Aksi nyata lain yang dapat dilakukan adalah “rakyat bantu rakyat”, jika negara dan pemerintah tidak bisa hadir dalam perbaikan kehidupan warga Pandeglang, maka harapan ada di tangan rakyat sendiri. Seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, bagaimana membantu saudara, terutama yang kesusahan, adalah cerminan dari keislaman sejati.

Perwujudan nyata dari “kota sejuta santri, seribu ulama” nampak akan lebih termanifestasikan secara nyata jika warga Pandeglang bisa menerapkan ajaran Islam dalam hal membantu sesama. Begitupun dalam memberikan kritik dan pengawasan terhadap para pemimpin, tentunya itu juga merupakan cita-cita Islam yang menghendaki kehidupan yang lebih adil bagi semua golongan.

Bergotong royong atau yang kemudian apa yang dikatakan oleh Soekarno “holopis kuntul baris”, membantu satu sama lain adalah karakter asli orang Indonesia sejati. Bangsa dan negara ini dibangun atas dasar gotong royong dan sekaligus menjadi jalan menuju cita-cita bangsa yang adil dan makmur, bebas dari kebodohan dan penindasan manusia atas manusia.

Mendukung sumber-sumber ekonomi kerakyatan, sesama warga saling membantu dengan membeli produk lokal Pandeglang, membentuk unit-unit koperasi swadaya yang didukung oleh rakyat, mempekerjakan warga Pandeglang untuk membantu perputaran ekonomi lokal di semua bidang yang menjadi keunggulan Pandeglang, seperti pariwisata, perkebunan, hingga pertambangan. Dengan begitu rakyat bisa menghidupi dirinya meskipun negara abai.

Di usia yang sudah lebih dari seabad ini, pemerintah Kabupaten Pandeglang harus lebih banyak berbenah, kembali kepada ajaran-ajaran ulama yang menyampaikan Islam sebagai rahmatan lil ’alamin dan juga menanamkan rasa cinta pada rakyat dan tanah air sebagai tujuan hidup bersama sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa.

Pemerintahan yang bertanggung jawab, transparan, dan berintegritas adalah pemerintahan yang tentu tata kelola pemerintahan ideal yang demokratis, menempatkan kepentingan rakyat banyak untuk kemajuan bersama harus menjadi tolok ukur sejati kemajuan daerah. Begitupun sesama warga masyarakat, yang mampu membantu yang tidak mampu, yang kuat membantu yang lemah, maka dapat mempersempit jarak kelas sosial-ekonomi.

Saya yakin jika nilai-nilai tersebut bukan hanya indoktrinasi, tetapi juga bisa menjadi cara hidup di Pandeglang, maka Pandeglang bisa berubah menjadi kabupaten yang lebih Sejahtera, sehingga mampu menyusul pertumbuhan kota dan kabupaten lain di Banten.

 

*) Penulis : Angga Syaripudin Yusup, M.Pd. (Pembina Geryanusa Foundation)

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Suaranusantara.com

***

**) Laporan atau taging Laporan di Suaranusantara terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: hi@suaranusantara.com atau Suaranusantaradotcom@gmail.com

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi Suara Nusantara.

 

 

 

Tags: Angga Syaripudin YusupHUT Kabupaten Pandeglang ke 152 TahunOpini
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Nasional

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan Kerja ke Prancis

by Fifi
30 May 2026

Suaranusantara.com - Presiden Prabowo Subianto tiba di Indonesia usai...

Kunjungan Resmi Prabowo di Prancis Berakhir, Langsung Terbang Ke Jakarta
Nasional

Kunjungan Resmi Prabowo di Prancis Berakhir, Langsung Terbang Ke Jakarta

by Fifi
29 May 2026

Suaranusantara.com- Pesiden Prabowo Subianto mengakhiri rangkaian kunjungan resmi kenegaraan...

Indonesia Resmi Bergabung Dalam Kampanye Global 50-in-5 

Indonesia Resmi Bergabung Dalam Kampanye Global 50-in-5 

29 May 2026
Yudian Wahyudi

BPIP: Prabowo Akan Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

29 May 2026

Hari Lansia Nasional 2026, Ditjenpas Berikan Remisi untuk 560 Narapidana Berusia di Atas 70 Tahun

29 May 2026
Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Wujudkan Kolaborasi Multi-Pihak untuk Mengejar Ketertinggalan Literasi

29 May 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

11 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

2 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

2 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

2 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

2 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

PSG vs Arsenal
Olahraga

Prediksi Susunan Pemain PSG vs Arsenal: Amunisi Baru Luis Enrique!

by snc 14
30 May 2026

Suaranusantara.com - Laga puncak Liga Champions 2026 yang mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal pada Sabtu (30/5)...

PSG vs Arsenal

Prediksi PSG vs Arsenal di Final Liga Champions: Misi Penebusan Dendam Dua Dekade!

30 May 2026

Majelis Etik Ombudsman Selesaikan Pemeriksaan Hery Susanto, Hasil Akan Diumumkan Pekan Depan

29 May 2026
Enzo Fernandez

Real Madrid Sodorkan Tchouameni atau Camavinga ke Chelsea Demi Enzo Fernandez

29 May 2026
Truk SDA Pengangkut Puing Jalan Amblas Terperosok di Lenteng Agung

Truk SDA Pengangkut Puing Jalan Amblas Terperosok di Lenteng Agung

29 May 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com