Suaranusantara.com- Harga plastik di Jakarta tengah meroket, kenaikan menembus empat puluh persen (40%). Kenaikan ini menyusul dampak global akibat perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.
Kenaikan harga plastik tentu berdampak pada pelaku usaha, terutama di sektor makanan dan minuman yang kerap memerlukan plastik sebagai wadah atau pembungkus.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku pemerintah daerah kesulitan dalam mengendalikan kenaikan harga plastik imbas ketidakpastian global.
Kendati demikian, Pramono mendorong solusi yang bisa diterapkan sementara waktu yakni beralih ke alternatif pengganti plastik misal menggunakan pembungkus dari bahan alami dan ramah lingkungan.
Alternatif ini diharapkan bisa menjadi kunci agar beban ekonomi warga tidak semakin berat. Inovasi ini juga diharapkan bisa mengurangi penggunaan plastik.
“Tentunya kami harus melakukan inovasi karena sekarang ini kebutuhan plastik ini kan pelan-pelan harus dikurangi, harus ada substitusinya,” ucap Pramono di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu 12 April 2026.
Inovasi pengganti plastik, Pramono mendorong kembali menggunakan cara tradisional, salah satunya penggunaan daun pisang sebagai pembungkus makanan.
” Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban. Maka untuk itu ya kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional, pakai bungkus daun pisang dan sebagainya,” ungkap Pramono.
Sebelumnya, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta mencatat kenaikan ini mulai terasa sejak akhir Maret 2026.
Kepala Dinas PPKUKM, Elisabeth Ratu Rante Allo, menyebut konflik di Timur Tengah menjadi pemicu utamanya.
“Berdasarkan pemantauan dan temuan kami di lapangan, kenaikan harga plastik ini terjadi sejak akhir Maret 2026 bersamaan dengan pecahnya konflik geopolitik di Iran, dan berlanjut hingga awal April 2026 ini,” kata Ratu.
Ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran berdampak langsung pada rantai pasok petrokimia, mengingat kawasan tersebut merupakan pemasok utama bahan baku plastik dunia.
Kenaikan harga terjadi merata di hampir semua jenis plastik kemasan. Berdasarkan data di lapangan, lonjakan tertinggi terjadi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Berikut adalah rincian kenaikan harga plastik di Jakarta:
– Kantong Kresek: Naik 40% menjadi Rp17.000 per pak.
– Plastik PET: Naik 35% menjadi Rp22.000 per pak.
– Plastik PE: Naik 30% menjadi Rp21.000 per pak.
Ratu menjelaskan bahwa industri plastik nasional masih sangat bergantung pada impor, di mana sekitar 60 persen bahan baku berasal dari luar negeri.
“Dapat kami sampaikan bahwa kenaikan harga plastik ini lebih disebabkan struktur industri plastik global yang masih sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah,” jelasnya.
Penutupan jalur distribusi strategis di kawasan penghasil minyak tersebut membuat harga turunan petrokimia, seperti gelas minuman dan botol kemasan, ikut terkerek naik secara fluktuatif.


















Discussion about this post