Suaranusantara.com- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari melalui konferensi persnya pada Selasa 5 Mei 2026 menyebutkan bahwa pihaknya menggandeng sejumlah homeless media sebagai partner pemerintah.
Homeless media menjadi partner pemerintah dengan menyebarkan informasi secara luas berkaitan dengan program-program Presiden RI Prabowo Subianto
“Kehadiran teman-teman new media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realitas media,
sebagai bentuk dari perkembangan teknologi dan sosial kemasyarakatan,” jelas Qodari saar konferensi pers di Kantor Bakom Pemerintah RI, Rabu 6 Mei 2026.
Adapun sejumlah homeless media yang disebut Qodari menjadi partner mulai dari Folkative, Infipop dan masih banyak lagi.
“Di antaranya saya bacakan, ada Folkactive, Indozone, Dagelan, Indomusicgram, Infipop, Muslimvlog, USS Feed, Bapak-Bapak ID, ini cocok buat kita ini Bapak-Bapak ID, Menjadi Manusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa?, Taubaters, Pandemic Talks, TaubaTers ini kayaknya cocok untuk Pak Budi ini kayaknya, Kawan Hawa, Folix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good States, Hai Dulu, Proud Project, Vebis, Unframe, Kumpul Leaders, CXO Media, Volix Media, How To Do Nothing, Everless Media, Geometry Media, Folks Diary, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, Mahasiswa dan Jakarta, North West, dan mature Indonesia,” sambungnya.
Namun, sejumlah homeless media ramai-ramai memberikan bantahan melalui unggahan di akun media masing-masing.
Folkative melalui akun media sosial Instagramnya @folkative menyampaikan bahwa pihaknya sama sekali tidak tahu menahu soal pernyataan Qodari yang menyebut sebagai partner pemerintah.
“Folkative tidak mengetahui, tidak terlibat serta tidak menghadiri pertemuan maupun konferensi pers yang berkaitan dengan Indonesia New Media Forum (INMF) atau Badan Komunikasi Pemerintah pada tanggal 6 Mei 2026,” tulisnya dilihat Jumat 8 Mei 2026.
Narasi Newsroom membantah omongan Qodari. Mereka menyatakan tidak tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF).
Lewat Instagram resminya, Narasi juga menyatakan tak mengetahui, tak terlibat, dan tak menghadiri pertemuan maupun jumpa pers ihwal INMF dan Bakom pada 6 Mei 2026 kemarin.
Selain itu, Narasi juga menyatakan bahwa mereka merupakan media resmi yang terdaftar dan terverfikasi Dewan Pers.
“Narasi beroperasi sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik yang tercantum pada situs resmi Dewan Pers,” tulis Narasi dalam Instagramnya @narasinewsroom, Kamis 7 Mei 2026.
Bapak2id juga membantah pernyataan Qodari. Lewat unggahannya di Instagram, mereka menyatakan bahwa tak tergabung dalam INMF.
Lewat unggahannya, mereka bahkan mengaku kaget mendengar kabar tersebut.
“Kami sama sekali tidak terlibat, kaga hadir dan kaga ngarti soal itu,” tulis mereka.
Pernyataan serupa juga disampaikan akun @ngomonginuang yang menyatakan mereka tak pernah menerima undangan, menghadiri pertemuan, bahkan berkomunikasi dengan Bakom RI.
Mereka pun menyatakan bahwa apa yang disampaikan Qodari itu tidaklah benar.
“Klaim di berbagai media yang menyatakan bahwa Ngomongin Uang “digandeng” ataupun menjadi “mitra” pemerintah adalah TIDAK BENAR,” tulis mereka di Instagram.
Begitu pula dengan akun NKSTHI. Mereka menyatakan tak pernah dihubungi dan menyepakati bentuk kerjasama apapun engan Bakom.
Sedikit berbeda dengan yang lainnya, NKSTHI mengakui bahwa mereka berada di dalam INMF, namun hal itu tak dapat diartikan sebagai persetujuan terhadap klaim kerjasama yang disampaikan Qodari.
Mereka menyatakan forum itu tak pernah menyatakan diri sebagai mitra pemerintah.
“Karena nama NKSTHI telah dicantumkan dalam narasi yang bukan berasal dari, diketahui oleh, maupun disetujui oleh kami, per hari ini, Kamis, 7 Mei 2026, NKSTHI memutuskan untuk keluar dari Indonesia New Media Forum,” tulis mereka dalam akun X @nksthi.
Begitu pula dengan akun @BigAlphaID yang membenarkan bahwa mereka salah satu anggota INMF, tetapi mereka membantah telah direkrut Bakom untuk menjadi mitra pemerintah.
“Tidak benar bahwa Big Alpha direkrut oleh Bakom untuk menjadi mitra dalam menyampaikan atau menjalankan program-program pemerintah,” tulis Big Alpha ID.
Lewat akun X-nya mereka menjelaskan bahwa INMF merupakan forum independen yang diinisiasi pada Juli 2025 lalu bersama sejumlah pelaku media baru di Indonesia sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, dan advokasi guna mendorong ekosistem media digital yang sehat.
“Komitmen, nilai, dan sikap Big Alpha untuk selalu independen dalam menghadirkan konten yang objektif, berbasis data, serta mengedepankan informasi yang akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tulisnya.
Sementara itu akun Kok Bisa @kokbisachannel juga membantah mereka jadi mitra pemerintah. Melalui cuitan di akun X, mereka juga membantah hadir di Istana kemarin.
“Nggak ya guys. 🙅♀️ Dengan ini mimin dan semua tim Kok Bisa termasuk Kobi, Sasa, sampe si Oyen mau bilang: kami gak hadir di pertemuan bareng BAKOM RI dan gak ngejalin kemitraan sbg media pendukung pemerintah. 😺,” demikian cuitan akun tersebut.

















Discussion about this post