Suaranusantara.com- Di tengah nilai tukar rupiah yang anjlok, Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi santai dengan mengatakan bahwa fluktuasi nilai tukar dolar AS tak perlu terlalu dikhawatirkan oleh masyarakat, khususnya di desa. Sebab, rakyat di desa tidak menggunakan dolar.
Diketahui, pada Minggu 17 Mei 2026 nilai tukar rupiah menembus angka Rp.17.600 per dolar AS.
Prabowo juga menepis anggapan perekonomian Indonesia yang diramalkan suram lantaran kondisi rupiah yang melemah.
“Saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar “Indonesia akan collapse, akan chaos”… Orang rakyat di desa enggak pake dolar kok,” kata Prabowo saat peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu 16 Mei 2026.
Pernyataan Prabowo itu menuai kritikan dari penulis Boy Chandra yang menilai bahwa Kepala Negara seakan-akan tidak peduli dengan nilai tukar rupiah yang berada di posisi terendah Rp.17.600.
“Dia sepertinya benar-benar tidak peduli harga rupiah melemah dan dolar naik ini,” tulis Boy di akun X pribadinya, Senin 18 Mei 2026.
Boy kemudian menyindir dengan menyebut gerakan joget yang kerap dilakukan Prabowo, seolah menjadi simbol ketidakseriusan menghadapi persoalan ekonomi
“Memang sepertinya kita harus memperbanyak gerakan joget setelah ini. Mungkin hanya kemampuan joget yang selayaknya kita punya,” imbuhnya.
Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah, Prabowo memastikan bahwa kondisi Indonesia stabil dan aman.
Menurutnya, kondisi Indonesia justru lebih aman dan stabil dibandingkan banyak negara lain yang tengah panik menghadapi persoalan pangan dan energi.
“Pangan-energi aman ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Mahakuasa,” katanya.


















Discussion about this post