Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Buka Forum Dialog Perdamaian Global, HNW Ajak Dunia Bangun Perdamaian Berkeadilan

snc4 by snc4
10 June 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Hidayat Nur Wahid

Hidayat Nur Wahid

1
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com– Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A. (HNW), menegaskan bahwa perdamaian dunia tidak akan terwujud tanpa kemerdekaan dan keadilan bagi seluruh bangsa.

Hal itu disampaikannya saat membuka Forum Dialog Global dalam rangka Hari Peringatan Dialog Internasional Untuk Peradaban, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Dialog bertema “Memperkuat Iman dan Membangun Perdamaian: Menyelaraskan Peradaban Global dari Indonesia untuk Dunia” itu menjadi forum untuk memperkuat kolaborasi lintas bangsa dan agama dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

BACAJUGA

Wakil Ketua MPR RI, Ibas Dorong Akselerasi Transformasi Digital Nasional dan Telekomunikasi Menuju Smart Indonesia

Lestari Moerdijat: Pola Pengasuhan Layak sejak Dini Harus Konsisten Diwujudkan

Hadir pada acara ini yaitu Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Muhammad Anis Matta, Lc., Anggota DPR RI, Dr. H. Mardani Ali Sera, M.Eng., Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia DPR/DPD RI, Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Tokoh Bangsa, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, para kepala perwakilan diplomatik negara-negara sahabat untuk Indonesia, serta para tokoh lintas agama Indonesia dari unsur MUI, Muhammadiyah, NU, PGI, KWI, PHDI, Permabudhi, dan Matakin.

Dalam sambutannya, HNW menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan forum yang dinilainya sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia, khususnya Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan komitmen bangsa Indonesia terhadap kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Tidak mungkin akan ada ketertiban dunia dan perdamaian yang sejati apabila yang terjadi justru represi dan penjajahan. Hanya akan ada perdamaian yang benar apabila di sana ada keadilan dan tidak ada lagi penjajahan,” ujar HNW.

Menurutnya, forum ini menjadi penting karena mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur legislatif, eksekutif, organisasi keagamaan, lembaga internasional, hingga perwakilan negara sahabat untuk bersama-sama memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian global.

Ia menegaskan bahwa konstitusi Indonesia memberikan landasan kuat bagi bangsa Indonesia untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih berada di bawah penjajahan.

“Keinginan untuk menghadirkan perdamaian dunia sesungguhnya merupakan pengejawantahan langsung dari konstitusi Indonesia. Amanat itu tertuang dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkannya,” katanya.

Selain itu, HNW juga menyoroti situasi di Palestina yang menurutnya menjadi salah satu tantangan terbesar bagi terwujudnya perdamaian dunia. Ia menyebut berlanjutnya konflik dan pendudukan wilayah Palestina sebagai persoalan yang membutuhkan perhatian serius komunitas internasional.

“Jika forum ini lahir dari keprihatinan atas berlanjutnya penjajahan dan serangan terhadap Palestina, Gaza, Tepi Barat, Yerusalem, hingga meluas ke kawasan lain, maka ini adalah langkah yang sangat relevan untuk membangun solidaritas dan aksi nyata bagi perdamaian,” jelasnya.

HNW menilai peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap sangat strategis dalam memperjuangkan penyelesaian konflik dan pengakuan terhadap kemerdekaan Palestina.

Ia menyebut melalui forum PBB sudah semakin banyak negara yang memberikan pengakuan kepada Palestina sebagai perkembangan positif dalam diplomasi internasional.

“Lebih dari 153 negara telah mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Ini menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina mendapatkan dukungan yang semakin luas dari masyarakat internasional, yang artinya keinginan hadirkan perdamaian melalui kemerdekaan dan menjauhkan penjajahan, makin mendapat dukungan yg meluas. Memang PBB harus lebih efektif, mewujudkan perannya, dan jangan terkungkung dengan hak veto yang melindungi Israel, tetapi jangan sampai karena kekecewaan pada PBB, maka dia digusur dengan hadirkan lembaga baru yang bahkan sepenuhnya menggusur eksistensi Palestina apalagi pengakuan terhadap Palestina sebagai negara merdeka” tegasnya.

Lebih lanjut, HNW menekankan pentingnya sinergi antara parlemen, pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil untuk memperkuat diplomasi perdamaian. Menurutnya, tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas tantangan global saat ini.

“PBB tidak bisa bekerja sendirian. Diperlukan kebersamaan seluruh pihak, termasuk parlemen, pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan negara-negara sahabat untuk menghadirkan perdamaian yang berkeadilan,” katanya.

HNW juga menyampaikan bahwa Indonesia terus konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui berbagai forum internasional, termasuk forum parlemen dunia, serta melalui diplomasi yang dijalankan pemerintah Indonesia.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini juga berharap forum tersebut dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dan memperkuat kolaborasi global dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berlandaskan keadilan, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta penghentian segala bentuk penjajahan.

“Semoga forum ini menjadi forum yang produktif, menghasilkan gagasan dan kerja sama yang nyata, serta memperkuat semangat bersama untuk menghadirkan perdamaian dunia yang berkeadilan bagi seluruh umat manusia,” pungkasnya.

Transisi Peradaban Dunia

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Wamenlu RI), Muhammad Anis Matta, Lc., menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi masa transisi peradaban yang ditandai oleh berbagai konflik geopolitik, krisis kepemimpinan global, dan melemahnya institusi internasional.

Kondisi tersebut, kata Anis, menuntut lahirnya sebuah proposal peradaban baru yang mampu menyatukan umat manusia. Ia menjelaskan bahwa peradaban dibangun oleh lima unsur utama, yaitu manusia, tanah, waktu, pikiran, dan cita rasa atau nilai yang berkembang dari generasi ke generasi.

“Pada dasarnya kita saling berwarisi dari satu peradaban kepada peradaban yang lain. Tidak ada satu peradaban yang dapat mengklaim dirinya sebagai pemberi kontribusi terbesar dalam sejarah manusia,” kata Anis.

Anis juga menyoroti siklus naik dan turunnya peradaban yang menurutnya merupakan hukum sejarah yang tidak dapat dihindari. Dalam proses pergantian peradaban tersebut, konflik sering kali muncul sebagai bagian dari dinamika menuju keseimbangan baru.

“Kita tidak perlu heran ketika menyaksikan konflik. Itu adalah proses dalam sejarah peradaban manusia yang tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa berbagai konflik yang terjadi saat ini, mulai dari Eropa Timur hingga Timur Tengah, berakar pada krisis sistemik yang meliputi krisis kepemimpinan global, krisis institusi internasional, dan persaingan supremasi antar-kekuatan besar dunia.

Baginya, dunia saat ini sedang bergerak menuju tatanan global baru, sementara tatanan lama perlahan kehilangan relevansinya.

“Yang sudah pasti adalah tatanan lama ini sedang berakhir, sementara tatanan baru sedang muncul. Dalam proses peralihan itu akan banyak kontraksi dan konflik yang kita saksikan hari ini,” jelasnya.

Sebagai solusi, Anis menawarkan perlunya sebuah proposal peradaban besar yang dapat menyatukan lima elemen utama, yaitu agama, demokrasi, kemakmuran, sains, dan seni. Ia meyakini kombinasi kelima unsur tersebut dapat menjadi fondasi bagi masa depan dunia yang lebih damai dan berkeadilan.

“Agama adalah sumber inspirasi dan nilai. Sains dan teknologi adalah cara kita mengelola kehidupan. Demokrasi adalah cara kita mengelola hubungan sosial-politik. Kemakmuran adalah tujuan yang ingin dicapai. Dan seni membuat kehidupan menjadi lebih indah,” katanya.

Anis mengajak seluruh bangsa untuk mencari jalan penyelesaian damai atas berbagai konflik global dan membangun peradaban yang berorientasi pada kepentingan bersama umat manusia.

“Ini waktunya kita membuat proposal penyelesaian yang mampu menutup berbagai konflik yang terjadi demi kepentingan kita bersama sebagai sesama manusia,” ujarnya.

Tags: Forum Dialog GlobalHidayat Nur WahidWakil Ketua MPR RI
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

PDI Perjuangan Provinsi Banten gelaran Festival Wisata Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno 2026 di Tangerang Selatan pada Jumat, 12 Juni 2026 (suaranusantara.com)
Nasional

Dukung Ekonomi Kerakyatan, PDI Perjuangan Provinsi Banten Hadirkan Festival Kuliner Nusantara di Bulan Bung Karno

by SNC 9
12 June 2026

Suaranusantara.com - Dukung kebangkitan ekonomi kerakyatan, PDI Perjuangan Provinsi...

Ketua MPR RI Ahmad Muzani
Nasional

Muzani Ajak Negara Islam Bersatu, Wujudkan Kemerdekaan Palestina

by snc4
12 June 2026

Suaranusantara.com- Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri International Summit...

Mahasiswa Demo di Jalan Sudirman, Protes Kenaikan BBM hingga MBG

12 June 2026

Kemenhub Percepat Pengembangan Kereta Api, Target Rel 10.524 Km

12 June 2026
Direktur Utama SAPX Express sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Budiyanto Darmastono saat pemaparan RUPS di Jakarta (suaranusantara.com)

ASPERINDO Minta Pembatalan Tarif Jasper dan SGHA, Desak Evaluasi Menyeluruh Biaya Kargo Udara Nasional

12 June 2026
Triumph Motorcycles Indonesia

Resmikan Dealer Pertama di Jakarta Selatan, Triumph Luncurkan Scrambler 400 XC dan Tiger 900 Alpine Edition

12 June 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

3 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

3 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

3 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Makanan Tinggi Serat
Lifestyle

Jangan Sepelekan! Ini Daftar Makanan Tinggi Serat yang Wajib Ada di Meja Makan

by snc 14
12 June 2026

Suaranusantara.com - Menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh secara optimal sebenarnya bisa dimulai dari langkah sederhana, salah satunya...

Dampak Buruk Kurang Tidur

Jadi Ancaman Nyata! Ini Dampak Buruk Kurang Tidur yang Sering Diabaikan

12 June 2026
Mie Sedaap menggelar press conference penyelenggaraan Come See Mie Fest 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta, pada 11-14 Juni 2026 (suaranusantara.com)

Come See Mie Fest 2026 Hadir di GBK Senayan, Mie Sedaap Perkuat Posisi sebagai Brand Gaya Hidup Anak Muda

12 June 2026
Bem UI dihadang aparta saat melakukan aksi di Bundaran HI

Polisi Minta Aksi Mahasiswa Tidak Dipusatkan di Bundaran HI, Ini Alasannya

12 June 2026
FGD oleh Badan Pengkajian MPR RI

FGD Tentang Desentralisasi, Otonomi Daerah, Pemerintah daerah dan Desa, Pakar : Indonesia Lebih Cenderung Sentralisasi

12 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com