Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

FGD Badan Pengkajian MPR Soroti Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila

snc4 by snc4
15 July 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Yasonna H Laoly

Yasonna H Laoly

1
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suarnusantara.com- Pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam sistem Demokrasi Pancasila tidak cukup dimaknai sebatas hak memilih dalam pemilihan umum. Kedaulatan rakyat harus diwujudkan secara berkelanjutan melalui partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan, pengawasan terhadap penyelenggaraan negara, serta pertanggungjawaban para pemegang kekuasaan.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Kelompok I Badan Pengkajian MPR RI bertema “Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila” yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Bandung, Senin (13/7/2026).

FGD dipimpin Ketua Badan Pengkajian MPR RI Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., serta menghadirkan Guru Besar Bidang Ilmu Politik Kontemporer FISIP Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Caroline Paskarina, S.IP., M.Si., Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Politik FISIP Universitas Padjadjaran Ari Ganjar Herdiansah, Ph.D., dan akademisi Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bilal Dewansyah, S.H., M.H.

BACAJUGA

Kelompok III Badan Pengkajian MPR RI Bahas Ketidaksesuaian Pelaksanaan Desentralisasi, Otonomi Daerah, Pemerintahan Daerah, dan Desa

MPR RI Ajak Pelajar Gen Z Jadi Garda Terdepan Melawan Hoaks di Era Digital

Caroline Paskarina menjelaskan bahwa Indonesia telah memiliki landasan konstitusional dan prosedural yang relatif kuat dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilihan kepala daerah. Namun, demokrasi belum sepenuhnya menghadirkan kedaulatan rakyat secara substantif.

Menurutnya, masih terdapat berbagai persoalan yang memengaruhi kualitas demokrasi, seperti dominasi elite partai politik dalam proses pencalonan, tingginya biaya politik, praktik politik uang, ketergantungan kandidat terhadap pemilik modal, serta belum kuatnya hubungan antara wakil rakyat dan konstituen setelah pemilu.

Ia menilai, persoalan utama demokrasi Indonesia bukan terletak pada ketiadaan institusi demokrasi, melainkan pada kesenjangan antara mekanisme demokrasi yang tersedia dan kemampuan masyarakat untuk benar-benar memengaruhi, mengawasi, serta mengoreksi penggunaan kekuasaan negara.

“Kedaulatan rakyat tidak boleh berhenti pada hari pemungutan suara. Kedaulatan rakyat harus hadir sebelum, selama, dan setelah pemilu melalui hubungan yang sehat antara rakyat dan para wakilnya,” ujarnya.

Caroline juga menegaskan bahwa Demokrasi Pancasila tidak harus meniru sepenuhnya praktik demokrasi negara lain. Demokrasi Indonesia perlu dibangun berdasarkan sejarah, budaya, dan realitas sosial bangsa, dengan tetap menjunjung pembatasan kekuasaan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, keterbukaan, akuntabilitas, dan keadilan sosial.

Ia turut menyoroti pentingnya penerapan prinsip partisipasi bermakna atau meaningful participation dalam proses pembentukan kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Masyarakat tidak cukup hanya diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, tetapi juga berhak agar masukannya dipertimbangkan serta memperoleh penjelasan mengenai diterima atau tidaknya usulan tersebut.

Sementara itu, Ari Ganjar Herdiansah menilai meningkatnya mobilisasi mahasiswa dan generasi muda dalam beberapa tahun terakhir merupakan indikator bahwa saluran formal penyampaian aspirasi masyarakat belum sepenuhnya berjalan efektif.

Menurutnya, tantangan utama demokrasi bukan terletak pada rendahnya partisipasi masyarakat, melainkan belum optimalnya proses mengubah aspirasi publik menjadi kebijakan yang responsif.

“Suara masyarakat harus dapat diterjemahkan menjadi agenda publik, dibahas secara terbuka, direspons oleh lembaga negara, dan diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keresahan generasi muda sering kali berangkat dari persoalan nyata, seperti terbatasnya kesempatan kerja, meningkatnya biaya pendidikan, tekanan ekonomi, hingga menurunnya kepercayaan terhadap institusi publik.

Oleh karena itu, pendidikan politik perlu dikembangkan dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter generasi muda, antara lain melalui media digital, simulasi, permainan edukatif, forum interaktif, dan kegiatan berbasis komunitas.

Di sisi lain, Bilal Dewansyah menyoroti masih kuatnya dominasi partai politik dalam sistem perwakilan Indonesia. Menurutnya, anggota legislatif memang dipilih oleh rakyat, tetapi dalam praktik sering kali lebih bergantung pada keputusan partai politik dan fraksi dibandingkan pada aspirasi konstituennya.

Kondisi tersebut, menurut Bilal, berpotensi melemahkan akuntabilitas wakil rakyat sekaligus membuka ruang bagi pengaruh kelompok kepentingan dalam proses pengambilan kebijakan.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kebebasan akademik dan ruang kritik sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi.

“Kritik terhadap kebijakan negara harus dipandang sebagai bagian dari mekanisme kontrol demokratis, bukan sebagai ancaman yang dibalas dengan intimidasi atau penggunaan instrumen hukum secara berlebihan,” katanya.

Dalam sesi diskusi, anggota Badan Pengkajian MPR RI bersama para narasumber turut membahas berbagai tantangan demokrasi lainnya, antara lain politik uang, politik identitas, pengaruh media sosial, dominasi oligarki, penguatan fungsi Dewan Perwakilan Daerah, pemerataan pembangunan, serta pentingnya menjadikan keadilan sosial sebagai tolok ukur keberhasilan demokrasi.

Forum juga menilai bahwa pendidikan politik dan pendidikan konstitusi perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini serta disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan karakter masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun budaya demokrasi yang sehat, meningkatkan literasi digital, serta memperkuat kemampuan masyarakat dalam menilai rekam jejak dan program para pemimpin.

Terkait perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, para narasumber berpandangan bahwa perubahan konstitusi tidak selalu menjadi jawaban pertama atas berbagai persoalan demokrasi. Banyak persoalan masih dapat diselesaikan melalui penyempurnaan peraturan perundang-undangan, penguatan kelembagaan partai politik, penegakan hukum yang konsisten, dan pembenahan tata kelola pemerintahan.

Namun, apabila perubahan konstitusi dipandang diperlukan, prosesnya harus didasarkan pada kebutuhan yang jelas, kajian akademik yang komprehensif, partisipasi masyarakat yang bermakna, serta tetap menjamin tegaknya prinsip demokrasi, perlindungan hak asasi manusia, dan pembatasan kekuasaan.

Berbagai pandangan yang berkembang dalam FGD tersebut akan dihimpun oleh Badan Pengkajian MPR RI sebagai bahan penyusunan rekomendasi mengenai penguatan pelaksanaan konstitusi dan Demokrasi Pancasila. Hasil kajian itu juga diharapkan menjadi salah satu landasan dalam mempersiapkan penyelenggaraan Konferensi Konstitusi, sebagai forum nasional untuk mengevaluasi pelaksanaan konstitusi serta merumuskan arah penguatan sistem ketatanegaraan Indonesia pada masa mendatang.

Tags: Demokrasi PancasilaFGDFGD Badan Pengkajian MPR RIMPR RIyasonna laoly
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di acara peresmian blok gas Abadi Masela, Maluku (Instagram @bahlillahadalia)
Nasional

Pemerintah Prioritaskan Warga Lokal Bekerja di Proyek Gas Abadi Masela, Bahlil: Anak Daerah Sudah Dikirim ke Akademi Migas

by Feri Spt
17 July 2026

Suaranusantara.com- Pemerintah, kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM)...

Marinus Gea sosilisasi Empat Pilar MPR RI di UNIAS
Nasional

Marinus Gea: Kepemimpinan Pancasila Berbasis Gotong Royong Kunci Wujudkan Universitas Nias sebagai Center of Excellence

by snc4
17 July 2026

Suaranusantara.com- Anggota MPR RI Marinus Gea, menegaskan bahwa kepemimpinan...

Bahlil Klaim Gas Abadi Masela Tingkatkan Penerimaan Negara sampai Rp.680 Triliun dan Buka Ribuan Lapangan Kerja

Bahlil Klaim Gas Abadi Masela Tingkatkan Penerimaan Negara sampai Rp.680 Triliun dan Buka Ribuan Lapangan Kerja

17 July 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal perbaikan JPO Tendean (Instagram @pramonoanungw)

Tak Pakai APBD Murni, Ini Jurus Jitu Pramono Anung untuk Pembiayaan Perbaikan JPO Tendean yang Rusak Diseruduk Truk Alat Berat

17 July 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan gelar rapat khusus pekan depan soal JPO Tendean (Instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Minggu Depan Akan Gelar Rapat Khusus, Bahas Percepatan Perbaikan JPO Tendean yang Rusak Diseruduk Truk Alat Berat

17 July 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan bangun banyak pedestrian biar warga Ibu Kota nggak mager lagi (Instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Akan Bangun Banyak Pedestrian: Biar Masyarakat Nggak Mager Lagi dan Hidup Sehat

17 July 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

4 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

4 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

4 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

4 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

4 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram @sekretariat.kabinet)
Nasional

Prabowo Bersyukur Indonesia Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata: RI Bukan Dipimpin oleh Pemimpin-pemimpin Bodoh dan Penakut

by Feri Spt
17 July 2026

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto bersyukur Indonesia kini tak lagi dipandang sebelah mata. Hal ini dikarenakan, Indonesia...

Presiden RI Prabowo Subianto ingin proyek gas Abadi Masela bisa saling menguntungkan (Instagram @sekretariat.kabinet)

Prabowo Ingin Investor Proyek Gas Abadi Masela Untung: Bangsa Indonesia Punya Kehormatan, Malu Kalau Mitra Tidak Puas

17 July 2026
Presiden RI Prabowo Subianto janji akan ke Maluku usai peresmian gas raksasa Abadi Masela (Instagram @sekretariat.kabinet)

Resmikan Proyek Gas Abadi Masela Secara Virtual, Prabowo Janji Akan ke Maluku

17 July 2026
Proyek Strategis Nasional (PSN) gas Abadi Masela di Maluku (Instagram @sekretariat.kabinet)

Usai Menunggu 28 Tahun Proyek Gas Raksasa Abadi Masela Akhirnya Dimulai, Prabowo Ingin Pembangunan Cepat Rampung

17 July 2026
Presiden RI Prabowo Subianto resmikan proyek gas raksasa Abadi Masela di Maluku secara virtual, Kamis 16 Juli 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)

Diteken Era BJ Habibie 28 Tahun Lalu, Proyek Gas Raksasa Abadi Masela Akhirnya Diresmikan Prabowo

17 July 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com