Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Mengenang Jejak Paspampres 72 Tahun Silam

Suara Nusantara by Suara Nusantara
27 December 2017
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Foto: Dok.Paspampres

Foto: Dok.Paspampres

7
SHARES
60
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Foto: Dok.Paspampres

Jakarta-SuaraNusantara

Sejarah Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) punya kisah panjang dan menarik. Nama dan struktur pasukan sempat berubah-ubah. Ada juga yang dibubarkan karena kisruh politik.

Paspampres lahir di masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam menghadapi tekanan Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia Kedua, sejumlah pemuda yang tergabung dalam kesatuan Tokomu Kosaku Tai (Kesatuan Polisi Macan) yang berada di bawah naungan Pembela Tanah Air (Peta) berinisiatif untuk mengawal dan mengamankan Presiden dan Wakil Presiden.

BACAJUGA

Yeay! Udara Jakarta Bebas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Sekolah Tak Lagi PJJ Mulai Normal Kembali per Hari Ini

Prabowo Berencana Tambah Anggaran untuk Mitigasi Bencana, Puan Dukung

Mendengar akan ada peristiwa besar tanggal 17 Agustus, anggota pasukan Tokomu Kosaku Tai membawa senjata dan menuju lokasi pembacaan proklamasi. Kebetulan markas para polisi muda ini tak jauh dari Pegangsaan Timur, tempat tinggal Soekarno. Sejak saat itulah mereka ditugasi mengawal Soekarno.

Tokomu Kosaku Tai kemudian berganti nama menjadi Polisi Pengawal Presiden (PPP).

Saat itu keselamatan Soekarno-Hatta terancam jika terus berada di Jakarta. Belanda ditakutkan akan menyandera dua pemimpin itu. Maka keputusan berani harus diambil.

Merekalah yang melakukan aksi heroik mengawal kereta rahasia Soekarno dari Jakarta ke Yogyakarta pada 3 Januari 1946. Operasi ini kelak dikenal dengan istilah “Hijrah ke Jogjakarta”.

Pengamanan dilakukan mulai dari titik keberangkatan yang berada persis di belakang kediaman Presiden Sukarno ketika itu, di Jalan Pegangsaan Timur.

Secara rahasia kereta api luar biasa (KLB) yang membawa Bung Karno diberangkatkan menjelang senja pada tanggal 3 Januari 1946, dan tiba di Jogjakarta keesokan harinya.

Di Jogjakarta, Presiden Sukarno menetap di bekas rumah Gubernur Belanda di Jalan Malioboro, persis di depan Benteng Vredenburg, sementara Wakil Presiden menetap di Jalan Reksobayan.

Tanggal keberangkatan Bung Karno dan Bung Hatta ke Jogjakarta pada 3 Januari  inilah yang kemudian dipilih sebagai hari lahir Paspampres.

Nama PPP kemudian diubah lagi jadi DKP atau Detasemen Kawal Pribadi. Komandannya AKBP Mangil Martowidjojo, yang mantan anggota Tokomu Kosaku Tai. Mangil dan kawan-kawan sangat setia mengawal Presiden Soekarno.

Beberapa aksi heroik yang dilakukan DKP misalnya menjadi tameng hidup saat peristiwa penembakan shalat Idul Adha di Istana tahun 1962. Pengawal bernama Amoen dan Susilo terluka saat menyelamatkan Soekarno.

Mereka juga yang menyelamatkan presiden saat peristiwa granat Cikini dan berbagai percobaan pembunuhan pada Soekarno. Di antaranya penghadangan oleh kelompok Darul Islam di Rajamandala dan serangan MiG ke istana oleh Daniel Maukar.

Pasukan DKP kemudian menjadi inti pengawalan Soekarno. Bahkan saat Resimen Tjakrabirawa sudah dibentuk, pengamanan di sekitar ring-1 tetap dipercayakan pada AKBP Mangil dan belasan anak buahnya.

Resimen Tjakrabirawa, Paspampres zaman Orde Lama (Foto: Istimewa)

Pembentukan Tjakrabirawa dinilai perlu oleh menteri pertahanan saat itu Jenderal Nasution. Sebabnya percobaan pembunuhan pada Presiden Soekarno terus terjadi. Misalnya peristiwa perebutan kekuasaan tanggal 3 Juli 1946, peristiwa granat Cikini tanggal 30 November 1957, peristiwa MIG-15 “Maukar” tanggal 9 Maret 1960, peristiwa pelemparan granat di Jalan Cendrawasih tanggal 7 Januari 1962 dan peristiwa penembakan pada saat Idul Adha di halaman Istana Merdeka Jakarta tanggal 14 Mei 1962. 

Awalnya Soekarno menolak namun dia kemudian setuju. “Pada hari kelahiranku di tahun 1962, dibentuklah pasukan Tjakrabirawa. Satu pasukan khusus dengan kekuatan 3.000 orang yang berasal dari keempat angkatan bersenjata. Tugas pasukan Tjakrabirawa adalah melindungi presiden,” kata Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams.

Menurut Soekarno , tugas Tjakrabirawa tak cuma mengawal. Ada juga yang menyediakan grup band dan menghibur dirinya. Mereka juga bertugas mencicipi makanan sebelum disantap oleh Soekarno .

Diakuinya juga, Tjakrabirawa menjaganya rapat. Mereka selalu mengamankan gerak-gerik Soekarno . Awalnya Soekarno merasa kagok juga, tapi dia lalu terbiasa.

Ajudan senior presiden, Kolonel Sabur menjadi komandan pertama Resimen Tjakrabirawa. Pangkatnya dinaikkan menjadi brigadir jenderal. Sementara Kolonel Maulwi Saelan menjadi wakilnya.

Setelah Tjakrabirawa dibubarkan, pengawalan presiden diserahkan pada Satuan Tugas Polisi Militer Angkatan Darat (Satgas Pomad). Letkol Cpm Norman Sasono ditunjuk sebagai komandannya.

Satgas Pomad Para berkedudukan dibawah Direktorat Polisi Militer. Kekuatannya terdiri dari dua Batalyon Pomad, satu Batalyon Infanteri Para Raider, serta satu Detasemen Kaveleri Panser.

Banyak pihak menilai pembentukan ini sebagai upaya untuk menjauhkan Soekarno dari orang-orang terdekatnya.

Soekarno sempat menangis saat AKBP Mangil dikembalikan ke kesatuan induknya di Brimob. Padahal Mangil mengawal Soekarno sejak 17 Agustus 1945.

Pembenahan struktur organisasi TNI terus dilakukan oleh Presiden Soeharto. Tahun 1979, nama pasukan kembali diubah menjadi Pasukan Pengawal Presiden atau Paswalpres.

Tahun 1988 nama Pasukan Pengawal Presiden (Paswalpres) diganti dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Nama ini dinilai lebih cocok karena tugas utamanya pasukan bukan sekadar mengawal tapi mengamankan.

Paspampres sempat masuk struktur organisasi Badan Intelijen Startegis ABRI namun tahun 1993 kembali diubah. Paspampres ditaruh di bawah kendali langsung Panglima ABRI.

Awalnya Paspampres terdiri dari tiga grup. Grup A untuk mengawal Presiden beserta keluarga, Grup B mengawal Wapres dan keluarga. Sementara Grup C mengawal tamu negara beserta keluarga.

Tahun 2014 lalu, saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Paspampres menambah satu grup. Grup D ini akan khusus mengawal para mantan presiden dan wakil presiden.

Personil Paspampres berasal dari prajurit pilihan seperti Kopassus, Raider, Kostrad,  Marinir (Yontaifib dan Denjaka), Komando Pasukan Katak/Kopaska TNI AL dan Paskhas TNI AU, serta unit elit dalam Paskhas yaitu Detasemen Bravo 90.

Saat ini komandan Paspampres dijabat oleh Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han).

Penulis: Cipto/dari berbagai sumber

 

 

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal dirinya disebut jadi penulis Buku Ala Prabowo (Instagram @yusrilihzamhd)
Nasional

Disebut sebagai Penulis Buku Islam Ala Prabowo, Yusril Ihza Mahendra Bantah

by Feri Spt
9 September 2026

Suaranusantara.com- Buku Islam Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran...

Viral Buku Islam Ala Prabowo (Instagram @nusand_tara)
Nasional

Polemik ‘Buku Islam Ala Prabowo’ Siapa Penulisnya?

by Feri Spt
9 September 2026

Suaranusantara.com- Buku Islam Ala Prabowo tengah mencuri atensi publik....

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bicara soal arahan Presiden Prabowo minta Himbara buatkan rekening bagi masyarakat RI (Instagram @menkeuri)

Prabowo Minta Himbara Buatkan Rekening Bagi Seluruh Warga RI, Purbaya Beberkan Alasannya

9 September 2026
Fenomena El Nino masih menghantui DKI Jakarta, Gubernur Pramono Anung minta warga waspadai potensi kebakaran (Instagram @ntvnewsid)

Waspada! El Nino Masih Berlangsung, Pramono Anung Wanti-wanti Potensi Kebakaran

9 September 2026
LRT rute Kelapa Gading-Manggarai, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beri tarif Rp.8 (Instagram @jakarta.global.city)

Ini Alasan Pramono Anung Terapkan Tarif LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Rp 8

9 September 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan terbitkan obligasi daerah (Instagram @katakitaig)

Pramono Mau Terbitkan Obligasi Daerah padahal Dana Jakarta Cukup, Buat Apa?

9 September 2026

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

6 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

6 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

6 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

6 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

6 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

HNW
Nasional

HNW: Perlu Aksi Konkret Jatuhkan Sanksi Ekonomi Terhadap Israel dan Putuskan Hubungan Diplomatik

by snc4
9 September 2026

Suaranusantara.com- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid menyarankan kepada delapan negara...

Melchias Markus Mekeng

Melchias Mekeng Desak SKK Migas Buka-bukaan Soal Cost Recovery

8 September 2026
Ilustrasi aktivitas penerbangan bandara Soetta kembali dibuka usai ditutup imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (Instagram @placetovox)

Sempat Ditutup Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Akhirnya Bandara Soetta Dibuka Lagi Selasa Dini Hari

8 September 2026
Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau mulai jauhi RI (Instagram @lensapibliknews)

Alhamdulilah! BMKG: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Diprakirakan Jauhi RI

8 September 2026
Menkeu Purbaya respon rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung soal obligasi (Instagram @sewaktucom)

Purbaya Tanggapi Soal Rencana Pramono Anung Mau Terbitkan Obligasi Daerah

8 September 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com