SuaraNusantara.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak memetakan sebanyak 18 desa masuk dalam kategori rawan kekeringan dan krisis air bersih.
Delapan belas desa itu berada di 8 kecamatan yakni Kecamatan Cimarga, Warunggunung, Sajira, Maja, Cirinten, Wanasalam, Cilograng dan Leuwidamar.
“Kalau wilayah yang tercatat di peta risiko bencana rawan kekeringan, tetap sama 16 kecamatan. Kalau kita lihat potensinya, di beberapa wilayah sudah masuk program seperti Pamsimas, sumur bor dan lain-lain, jadi concern kita delapan kecamatan itu,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, kepada wartawan, Selasa (9/5/2023).
Febby menyebut, beberapa prediksi akan terjadi fenomena El Nino yang menyebabkan kemarau panjang. Diprediksi kemarau akan bertahan hingga bulan Juli.
“Prediksi puncaknya pada bulan Juli-Agustus. Sementara bulan Oktober sudah mulai masuk pada peralihan,” ujar Febby.
Menurutnya, jika fenomena El Nino berlangsung 3 bulan, maka kebutuhan air bersih yang harus disuplai ke 18 desa rawan krisis air bersih tersebut mencapai 200 ribu liter.
“Itu dengan asumsi untuk pemenuhan 3 bulan ya, tapi kalau bertahan sampai 4-5 bulan tentu kebutuhannya sudah pasti lebih dari itu,” jelas Febby.(Def)


















Discussion about this post