Suaranusantara.com – Desire Doue mencuri perhatian dunia sepak bola setelah tampil luar biasa dalam final Liga Champions 2024/2025.
Gelandang serang Paris Saint-Germain (PSG) itu menjadi aktor utama di balik kemenangan telak 5-0 atas Inter Milan di Allianz Arena, Munich.
Pemain berusia 19 tahun tersebut mencetak dua gol krusial, termasuk satu gol indah di babak kedua yang semakin memupus harapan Inter.
Aksi impresifnya sepanjang laga membuatnya dinobatkan sebagai Man of the Match dan mengantar PSG meraih gelar Liga Champions pertamanya sepanjang sejarah klub.
Profil Desire Doue
Desire Doue lahir pada 3 Juni 2005 di Angers, Prancis. Ia berasal dari keluarga sepak bola, di mana sang kakak, Guela Doué, juga merupakan pemain profesional.
Doue memulai kariernya di akademi Stade Rennais dan dengan cepat menunjukkan bakat luar biasa di usia belia.
Ia mencatat debut profesionalnya bersama Rennes pada usia 17 tahun dan langsung mencetak gol pada musim perdananya di Ligue 1.
Kecepatan, kontrol bola, dan kemampuan membaca permainan menjadi kekuatan utamanya sejak awal.
Kepindahan ke PSG dan Peran di Tim
Pada musim panas 2024, PSG merekrut Doué dari Rennes sebagai bagian dari proyek jangka panjang untuk membangun tim yang lebih muda dan dinamis.
Di bawah arahan Luis Enrique, Doue berkembang pesat. Ia tidak hanya piawai sebagai playmaker, tetapi juga mampu mencetak gol dari lini kedua dan menjadi motor serangan tim.
Doue memainkan peran penting sepanjang perjalanan PSG menjuarai Liga Champions, mencetak lima gol dan empat assist dalam kompetisi musim ini.
Kolaborasinya dengan Ousmane Dembélé dan Khvicha Kvaratskhelia membuat lini serang PSG sangat menakutkan.
Puncak dari performa Doué datang di partai final Liga Champions. Ia tak hanya mencetak dua gol, tetapi juga mengatur tempo permainan dengan sangat matang untuk ukuran pemain belia.
Ketajamannya, ketenangannya di momen krusial, serta selebrasi penuh semangat usai mencetak gol kedua menunjukkan bahwa Doué adalah bintang masa depan yang telah tiba di panggung besar.
Dengan usianya yang masih sangat muda, Désiré Doué disebut-sebut sebagai pewaris generasi emas baru sepak bola Prancis. Kemenangan Liga Champions ini hanyalah awal dari potensi panjang karier gemilangnya.
PSG tampaknya telah menemukan permata yang akan menjadi tumpuan tim dalam satu dekade ke depan.
Jika ia terus berkembang dengan konsistensi yang sama, nama Desire Doue mungkin akan segera bersanding dengan legenda-legenda besar Prancis seperti Kylian Mbappé dan Zinedine Zidane.***


















Discussion about this post