Suaranusantara.com- Kekalahan Timnas Indonesia yang gagal melaju Piala Dunia 2026 pada laga melawan Iran Minggu 12 Oktober 2025 menuai reaksi dari penasihat klub Semen Padang, Andre Rosiade.
Diketahui, kekalahan Timnas Indonesia selama laga babak Kualifikasi Piala Dunia 2025 yang digelar di Jedda, Arab Saudi merupakan yang kedua kalinya.
Sebab, pada laga sebelum melawan Irak, Timnas Indonesia bertanding lawan Arab Saudi. Indonesia ditekuk Arab Saudi 2-3.Lalu saat melawan Irak, Indonesia kembali kalah dengan skor 0-1.
Kekalahan Timnas Indonesia, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra ini menyoroti pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Andre mengatakan kekalahan Timnas Indonesia bisa memicu evaluasi di tubuh PSSI. Terlebih evaluasi dilakukan terhadap kinerja tim pelatih akan segera dilakukan.
Ia juga menyebutkan adanya perbedaan pandangan di internal federasi mengenai masa depan Kluivert.
“Saya sudah cek ke dalam, memang ada dua kubu. Ada yang ingin mempertahankan Patrick Kluivert, dan ada juga yang ingin menggantinya,” ujar Andre Rosiade pada Selasa 14 Oktober 2025.
Kendati demikian, keputusan final ada di rapat Anggota Komite Eksekutif (Exco). “Keputusan akhirnya nanti ada di rapat Exco, bisa saja melalui voting karena perbedaan pendapat ini cukup kuat,” tambahnya.
Andre juga mendapat informasi dari orang dalam yang menyebut selama di Arab Saudi, Timnas Indonesia tidak menggelar latihan simulasi taktik.
“Saya dapat laporan dari internal bahwa selama di Arab, tidak ada simulasi taktik sama sekali. Latihan hanya pemanasan biasa, tanpa penerapan strategi permainan,” ungkap Andre.
Andre selaku pengelola klub tentu mengetahui persis bagaimana langkah dalam menghadapi laga pertandingan yang tentunya harus menyusun taktik serta strategi yang dilatih.
Tapi nyatanya, hal itu ternyata tidak pernah dilakukan Timnas Indonesia selama di lapangan. “Sebagai pengelola klub, saya tahu persis bahwa melawan tim selevel, pelatih harus punya strategi yang dilatih di lapangan. Tapi dari informasi yang saya dapat, itu tidak dilakukan,” sambungnya.
Andre Rosiade juga menyebutkan bahwa rapat evaluasi Anggota Exco PSSI nanti kemungkinan akan membongkar fakta-fakta ini secara lebih detail.
“Informasi ini bukan dari satu sumber saja, tapi dari banyak pihak di internal PSSI sendiri. Banyak yang sebenarnya tahu, tapi takut bicara terbuka,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Andre juga menyinggung tentang dinamika internal di balik manajemen timnas.
Ia menyebut bahwa kendali operasional sehari-hari timnas Indonesia tidak sepenuhnya berada di tangan manajer Sumardji, meskipun secara jabatan ia merupakan Ketua BTN dan Exco PSSI.
“Day to day timnas itu sebenarnya dikendalikan oleh dua sosok berinisial S: satu perempuan asal Indonesia dan satu lagi dari Maroko,” ujar Andre Rosiade.
“Bahkan, podcast viral yang muncul sebelum laga kontra Irak itu dilakukan atas izin dua orang ini tanpa sepengetahuan Pak Sumardji,” imbuhnya.
Rapat evaluasi PSSI akan menjadi penentu masa depan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia, apakah lanjut atau tidak.
Jika mayoritas Exco PSSI sepakat, bukan tidak mungkin pelatih asal Belanda itu akan didepak dari kursi kepelatihan.
Meski begitu, sebagian pihak masih menilai Patrick Kluivert layak diberi waktu untuk membangun fondasi Timnas Indonesia jangka panjang.
Situasi ini menjadikan keputusan Exco PSSI nanti sangat krusial bagi arah perjalanan tim Garuda ke depan.


















Discussion about this post