Suaranusantara.com- Patrick Kluivert tengah santer dikabarkan bakal menggantikan posisi Shin Tae-yong yang dipecat oleh PSSI kemarin Senin 6 Januari 2025.
Kabar tersebut berhembus usai Erick Thohir mengumumkan pemecatan terhadap Shin Tae-yong dengan mengatakan bahwa pihaknya telah mewawancarai Patrick Kluivert.
Sayangnya, Erick Thohir belum mau menjelaskan secara rinci pengganti Shin Tae-yong. Dia meminta agar publik menunggu pengumuman yang akan diumumkan pada Minggu 12 Januari 2025 mendatang.
Namun, seorang jurnalis yang merupakan ahli di bidang transfer pemain sepak bola bernama Fabrizio Romano mengungkap sebuah fakta yang di mana PSSI telah menyepakati Patrick Kluivert menjadi pelatih baru Timnas Indonesia.
Kata Fabrizio, Patrick akan segera menandatangani kontrak selama dua tahun dan jika berhasil melampaui target besar masuk ke Piala Dunia 2026 maka akan diperpanjang dua tahun lagi.
“Patrick Kluivert akan menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala baru Indonesia, kesepakatan selesai,” tulis Fabrizio di akun @FabrizioRomano pada akun X @FabrizioRomano dilihat pada Selasa 7Januari 2025.
Lalu bagaimana profil dari Patrick Kluivert yang digadang-gadang akan menggantikan posisi Shin Tae-yong sebagai pelatih baru Timnas Indonesia?
Pria berkulit eksotis ini memiliki nama lengkap Patrick Stephan Kluivert yang lahir di Amsterdam, Belanda, pada 1 Juli 1976.
Patrick merupakan salah satu legenda sepak bola dunia, dengan mengawali karir sebagai pemain menduduki posisi striker Belanda.
Sebagai striker Timnas Belanda, Kluivert berhasil mencetak 40 gol dalam 79 pertandingan internasional dan dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Belanda sebelum rekornya dipecahkan oleh Robin van Persie
Kluivert diketahui pernah bermain dengan klub-klub besar dan ternama Eropa di antaranya Ajax Amsterdam, Barcelona, dan PSV Eindhoven.
Selain ketiga klub tersebut, Kluivert juga pernah berseragam AC Milan, Newcastle United, Valencia, dan Lille.
Selama bergabung dengan klub-klub besar, Kluivert berhasil menorehkan prestasi gemilang di antaranya pernah memenangi gelar Liga Belanda, Liga Champions, Piala Super Belanda, dan Piala Super Eropa bersama Ajax.
Ia  pernah menjuarai Liga Spanyol bersama Barcelona, juga menjuarai Liga Belanda bersama PSV Eindhoven.
Sebagai striker, ia mengoleksi 206 gol dari 480 pertandingan selama kariernya. Jumlah ini tak termasuk 40 golnya bersama timnas Belanda, dengan satu kali gelar top skor di Euro 2000 dengan lima gol saat mengantarkan negaranya sampai semifinal.
Lalu pasa 2008 Kluivert pensiun sebagai pemain dan memulai karir menjadi pelatih.
Selama menjadi pelatih sepak bola, Kluivert memang belum mampu membawa trofi kemenangan.
Sejak menjadi asisten pelatih di AZ Alkmaar pada 2008, pencapaian terbaik Kluivert adalah membawa Twente U-21 menjuarai Beloften Eredivisie 2011/2012.
Kompetisi itu adalah kompetisi strata tertinggi untuk tim cadangan di Liga Belanda.
Selepas berkarier di AZ, Kluivert kemudian mencoba peruntungan di Liga Australia bersama Brisbane Roar pada Januari 2010.
Ia kemudian kembali ke Belanda dengan menjadi asisten pelatih di NEC Nijmegen pada Agustus 2010.
Pada musim 2011/2012, Kluivert pindah ke tim junior FC Twente, dan berhasil membawa klub itu meraih gelar juara.
Kluivert kemudian didekati federasi sepak bola Curacao untuk menjadi pelatih timnas di negara tersebut pada Maret 2015. Di timnas Curacao, Kluivert gagal membawa mereka melaju ke putaran final Piala Dunia 2018, sebelum kemudian kembali menjalani peran ganda dengan melatih Ajax A1 atau tim U-19.
Memasuki Juli 2016, Kluivert mencoba peran baru di klub Prancis, PSG, sebagai Direktur Olahraga. Setelah itu, Kluivert menjadi asisten pelatih Clarence Seedorf di timnas Kamerun mulai Agustus 2018 sampai Juli 2019.
Kluivert sempat menjadi direktur akademi di Barcelona setelah meninggalkan Kamerun, tetapi kiprahnya di klub Catalan itu hanya berlangsung singkat.
Pada Mei 2021, Kluivert kembali menangani timnas Curacao sebagai pelatih sementara, sambil menggantikan Guus Hiddink yang terkena COVID-19.
Terakhir, Kluivert melatih tim Turki, Adana Demirspor, mulai Juni 2023, tetapi kemudian hengkang dengan kesepakatan bersama pada Desember tahun yang sama.
Statistiknya bersama Curacao adalah empat kemenangan, empat seri, dan enam kekalahan dari 14 pertandingan, sedangkan bersama Adana Demirspor adalah delapan kemenangan, enam seri, dan enam kekalahan dari 20 pertandingan.


















Discussion about this post