Suaranusantara.com- Sebagai komponen inti dalam sistem hybrid, baterai menjadi penentu utama efisiensi dan performa kendaraan. Meski begitu, sebagian besar pemilik mobil hybrid belum memahami bahwa baterai membutuhkan pola perawatan yang lebih spesifik dibandingkan mobil berbahan bakar konvensional. Jordan, Supervisor Sales Chery Solo Baru, Jawa Tengah, menegaskan bahwa baterai merupakan “jantung” penggerak mobil hybrid dan memerlukan perhatian lebih. (14/11/2025).
Jordan menjelaskan bahwa pemilik mobil hybrid wajib memastikan kondisi baterai tegangan tinggi selalu dipantau melalui servis berkala di bengkel resmi. Teknisi bersertifikat akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk kondisi sel baterai, arus, tegangan, hingga sistem manajemen dayanya.
Pemeriksaan ini krusial untuk mendeteksi potensi kerusakan yang tidak terlihat secara fisik dan mencegah masalah yang muncul tiba-tiba.
Ia juga menyoroti pentingnya sistem pendinginan baterai yang bekerja serupa dengan mesin kendaraan. Setiap model hybrid menggunakan mekanisme pendinginan berbeda, mulai dari coolant, radiator, hingga saluran udara yang mengambil angin dari kabin.
Karena itu, Jordan mengingatkan pemilik mobil untuk menjaga suhu baterai tetap stabil dan mengganti cairan pendingin sesuai rekomendasi pabrikan agar tidak terjadi overheat yang dapat mempercepat penurunan performa.
Selain itu, menurut Jordan, mobil hybrid yang jarang dipakai justru lebih rentan mengalami penurunan kapasitas baterai. Untuk menjaga kesehatan baterai, kendaraan disarankan dinyalakan setidaknya seminggu sekali dan dibiarkan dalam posisi “Ready” selama 15 hingga 20 menit agar sistem kelistrikan tetap aktif. Kebiasaan ini membantu mempertahankan daya baterai dan mencegah kondisi drop akibat terlalu lama tidak digunakan.
Di beberapa model, termasuk sejumlah lini Chery, sistem pendinginan baterai menggunakan aliran udara dari kabin. Karena itu, Jordan menambahkan pentingnya menjaga kebersihan interior agar debu tidak menghalangi saluran udara.
Bila sirkulasi terganggu, suhu baterai bisa meningkat dan mempercepat penurunan umur pakai. Ia juga mengingatkan agar pemilik tidak melakukan modifikasi pada sistem kelistrikan hybrid tanpa persetujuan pabrikan, karena hal tersebut berisiko merusak komponen sensitif sekaligus membatalkan garansi kendaraan.
Dengan mengikuti panduan perawatan yang dianjurkan dan memastikan semua komponen bekerja dalam kondisi ideal, pemilik mobil hybrid dapat menjaga performa kendaraan tetap stabil serta memperpanjang usia baterai yang menjadi komponen paling mahal dalam sistem tersebut.


















Discussion about this post