Suaranusantara.com- Memasuki puncak arus balik Lebaran 2026 sejak Selasa 24 Maret kemarin, banyak warga yang melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil.
Menjalani perjalanan arus balik Lebaran 2026 dengan menyetir mobil tentu yang dibutuhkan adalah fokus. Biasanya yang menjadi kendala dalam menyetir mobil terlebih perjalanan jauh yakni mengantuk.
Mata terasa lelah dan pegal saat menyetir. Hal ini tentu membuat khawatir. Sebab, apabila dibiarkan maka kendaraan bisa dan menyebabkan kecelakaan.
Untuk itu, sebelum melakukan perjalanan menyetir mobil arus balik Lebaran 2026, perlu memperhatikan tips-tips berikut agar tidak ngantuk.
Guna menghindari kantuk, maka perlu diperhatikan asupan makanan.
Berdasarkan penuturan Ahli Gizi Masyarakat IPB University, Dr dr Karina Rahmadia Ekawidyani, asupan makanan sangat penting bagi tubuh terlebih saat menyetir kendaraan di momen arus balik Lebaran 2026.
Karina mengingatkan untuk mengonsumsi makanan yang tidak menaikkan gula darah secara cepat karena bisa bikin ngantuk.
“Misalnya roti putih, keripik, gorengan, dan makanan tinggi gula lainnya,” terangnya mengutip laman IPB University, Rabu, 25 Maret 2026.
Sebaliknya, untuk menjaga energi tetap stabil,Karina menyarankan konsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks, protein tinggi, dan lemak rendah.
“Telur, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, serta buah yang tinggi kandungan air bisa membantu menjaga stamina sekaligus mencegah dehidrasi,” tambahnya.
Berikut pilihan makanan yang direkomendasikan untuk meningkatkan stamina saat perjalanan jauh, yakni:
1. Sumber karbohidrat kompleks seperti serealia utuh (beras merah, beras hitam, gandum, oat, jagung), sayuran berpati (kentang, ubi), serta kacang-kacangan.
2. Sumber protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, putih telur, dan ikan.
3. Sumber lemak baik seperti ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, serta alpukat.
4. Buah dan sayuran yang kaya serat, vitamin, mineral, serta tinggi kandungan air.
Selain makanan, Karina juga mengingatkan untuk mencukupi cairan tubuh.
Pastikan minum cukup air.
“Pengemudi harus memastikan kebutuhan cairan terpenuhi, tetap dianjurkan minum minimal delapan gelas atau sekitar 1,5–2 liter air per hari,” tuturnya.
Lantas, bagaimana dengan kopi, apakah bisa bikin melek mata?
Terkait konsumsi kafein seperti kopi atau teh, Karina mengakui bahwa kafein dapat membantu mengurangi kantuk, namun efeknya hanya sementara.
“Kafein memang bisa membuat kita lebih terjaga, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan sering buang air kecil dan berisiko dehidrasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa adalah sekitar 400 mg atau setara empat cangkir per hari. Meski demikian, ia menyarankan agar cukup mengonsumsi satu hingga dua cangkir saja.
Minuman berkafein seperti kopi bukan jaminan bisa bebas kantuk. Jika memang mengantuk, pengemudi disarankan untuk menepikan kendaraan ke tempat aman untuk tidur sejenak.
“Obat paling efektif untuk mengatasi kantuk bukanlah minuman berkafein, melainkan tidur. Jadi, jika sudah lelah, sebaiknya berhenti dan beristirahat sejenak untuk memulihkan energi,” kata Karina.


















Discussion about this post