Suaranusantara.com- Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, sebagian masyarakat sudah mulai melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026.
Diprediksi, ada dua periode puncak arus mudik Lebaran yakni tanggal 13 Maret dan 18 Maret 2026.
Mudik Lebaran 2026, ada masyarakat yang memilih menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, hingga kapal laut.
Namun, ada juga masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor.
Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, wajib mengetahui titik-titik rawan macet. Maka dari itu, diperlukan sejumlah informasi penting yang bisa diakses selama perjalanan mudik Lebaran 2026.
Pemudik dapat mengakses informasi soal mudik Lebaran 2026 mulai dari titik rawan macet, posko kesehatan hingga titik rawan bencana, hanya cukup dalam genggaman.
Sebab, semua informasi itu bisa diakses melalui laman mudik.pu.go.id. Jadi masyarakat dapat memantau kondisi jalur mudik secara real time.
Pasalnya sudah melalui 1.351 kamera CCTV yang tersebar di jaringan jalan tol dan jalan nasional nontol di berbagai wilayah membantu merekam arus mudik.
“Melalui platform ini masyarakat dapat memantau kondisi jalan secara real time. Di dalamnya tersedia akses pemantauan CCTV yang tersebar di berbagai ruas jalan sehingga masyarakat bisa mengetahui kondisi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan,” kata Menteri PU Dody Hanggodo, dikutip dari laman Kemensesneg, Senin 16 Maret 2026.
Selain melalui laman tersebut, pemudik juga bisa mengakses dengan melalui telepon layanan darurat 24 jam yang dapat dihubungi masyarakat antara lain:
-Layanan kepolisian di nomor 110
-Layanan ambulans 118 atau 119
-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 117
-Layanan pencarian dan pertolongan (SAR) 115,
-Layanan pemadam kebakaran


















Discussion about this post