Suaranusantara.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang secara terbuka mendukung dirinya untuk memimpin Ibu Kota, meski PDIP tidak masuk dalam Kabinet Merah Putih.
Pramono menegaskan, hubungan antara pemerintah pusat dan daerah tidak terkait dengan urusan partai politik.
“Kalau sudah jadi gubernur, itu sudah enggak ada urusan dengan urusan kepartaian,” kata Pramono di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026).
Politisi PDIP itu menilai, sebagai kepala daerah ia harus mampu bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam mengelola Jakarta hingga akhir masa jabatannya.
Ia menambahkan, pengalaman panjangnya di pemerintahan, baik sebagai anggota parlemen maupun Sekretaris Kabinet, menjadi bekal untuk menjalin koordinasi lintas instansi.
“Apalagi saya 25 tahun ada di pemerintah pusat, sehingga dengan demikian pasti saya juga akan bekerja sungguh-sungguh untuk itu,” imbuhnya.
Ia juga menyebut hampir semua program Pemerintah DKI Jakarta selama ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menekankan bahwa persatuan nasional tidak bergantung pada partai politik bergabung ke pemerintahan. Menurutnya, kebersamaan tetap bisa dibangun meski ada perbedaan posisi politik.
“Negara kita hebat, negara kita kaya, dan negara kita bisa lebih makmur lagi asal pemimpin-pemimpinnya bersatu, kerja sama,” ucap Prabowo.
“Bersatu tidak berarti semua harus masuk pemerintah, tidak. PDI-P boleh di luar, boleh tapi kerja sama. Saya dukung Pramono jadi Gubernur DKI, betul,” pungkasnya.


















Discussion about this post