Suaranusantara.com – Election stress disorder adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi stres yang dialami oleh seseorang akibat isu politik dan pemilu.
Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Steven Stosny pada tahun 2016, saat pemilu presiden Amerika Serikat1. Election stress disorder bukanlah diagnosis medis resmi, tetapi merupakan fenomena yang banyak terjadi di berbagai negara.
Stres akibat pemilu bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pemberitaan media yang terus-menerus, saling sindir antara pendukung kandidat, ketidakpastian hasil pemilu, dan dampak pemilu terhadap kehidupan pribadi dan sosial2.
Stres ini bisa memengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang, seperti menyebabkan susah tidur, mudah tersinggung, cemas, depresi, sakit kepala, tekanan darah tinggi, dan gangguan pencernaan3.
Untuk mengatasi stres akibat pemilu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti:
- Mengatur waktu untuk mengikuti berita politik dan media sosial. Jangan terlalu sering atau terlalu lama menonton atau membaca berita politik yang bisa menimbulkan emosi negatif. Batasi diri untuk mengakses informasi politik hanya pada waktu tertentu saja.
- Mencari sumber informasi politik yang kredibel dan objektif. Hindari sumber informasi yang bersifat provokatif, sensasionalis, atau tidak akurat. Cek fakta setiap informasi politik yang diterima sebelum membagikannya ke orang lain.
- Menghormati perbedaan pendapat dan sikap politik orang lain. Jangan terlibat dalam perdebatan atau pertengkaran politik yang tidak produktif atau merugikan. Jika perlu, jauhi orang-orang yang bersikap fanatik atau intoleran terhadap pilihan politik Anda.
- Menjaga kesehatan fisik dan mental. Lakukan aktivitas fisik yang menyenangkan, seperti berolahraga, berjalan-jalan, atau berkebun. Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan sehat dan bergizi. Lakukan juga aktivitas relaksasi, seperti meditasi, yoga, atau napas dalam.
- Mencari dukungan sosial dari orang-orang yang positif dan mendukung. Berbagi perasaan dan pikiran dengan orang-orang terdekat yang bisa memberikan dukungan emosional. Bergabung dengan komunitas atau kelompok yang memiliki minat atau hobi yang sama dengan Anda.
- Menerima hasil pemilu dengan bijak dan sportif. Apapun hasil pemilu, jangan biarkan hal itu mengganggu kehidupan Anda. Hormati hak demokrasi setiap warga negara dan ikut serta dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.(Dn)


















Discussion about this post