Jockie Surjoprajogo Wariskan Sejumlah Hits untuk Dikenang

Jockie saat terbaring sakit, ditemani Ian Antono dan Ahmad Albar (Foto: Net)
Jockie saat terbaring sakit, ditemani Ian Antono dan Ahmad Albar (Foto: Net)

Jakarta-SuaraNusantara

Musisi senior Jockie Surjoprajogo meninggal dunia pada usia 63 tahun, Senin (5/2/2018) pagi, pukul 07.35 WIB, setelah sekian tahun mengalami sakit komplikasi dan sempat mengalami pendarahan pembuluh darah di otaknya. Jockie mengembuskan napas terakhirnya, saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Bintaro, Tangerang.

Pada Rabu (24/1/2018) lalu, sederet musisi sempat menggelar konser persembahan untuk Jockie, yang tengah tergolek lemah lantaran stroke yang ia derita.

Konser tersebut digelar di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, dan menampilkan Andy/rif, Once Mekel, Berlian Hutahuruk, Dira Sugandi, Fariz RM, Glenn Fredly, Mondo Gascaro, hingga Komunitas Musik ITB Bandung.

Jockie yang lahir pada 14 September 1954 pernah tergabung dalam berbagai grup rock seperti Bigman Robinson, Double O, Giant Step, Contrapunk, dan Jaguar. Namun namanya dikenal luas ketika bergabung bersama God Bless.

Selama bergabung dengan God Bless, Jockie menulis sejumlah lagu hits, antara lain Kehidupan, Menjilat Matahari, Maret 1989, Raksasa, Semut Hitam (diciptakan bersama Donny Fattah).  Lagu “Kehidupan” dinobatkan sebagai salah satu dari “150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa” oleh majalah Rolling Stone.

Kepiawaiannya bermain dalam ranah musik yang berbeda, dari rock, jazz, pop hingga hingga musik etnik, menjadikan Jockie sebagai musisi dan pencipta lagu yang berperan dalam berbagai tembang hits penyanyi tanah air, seperti Chrisye. Jockie merupakan sosok yang mengaransemen tembang Lilin-lilin Kecil ciptaan James F. Sundah yang dibawakan Chrisye pada tahun 1977.

Pada awal dekade 1990-an, Jockie aktif bersama Kantata Takwa dan Swami, bahkan membentuk kelompok Suket pada tahun 1992 bersama sederet pemusik asal Surabaya seperti Didit Saksana, Rere, dan Naniel.

Suket memang memiliki persamaan dengan Kantata Takwa maupun Swami terutama ketika mengangkat tema-tema yang bersinggungan dengan problematika sosial. Bahkan pada tahun 2003, Jockie bereksperimen menggabungkan musik dan teater dalam format rock opera yang didukung Iwan Fals hingga Teater Koma.

Jockie dikabarkan sempat berseteru dengan vokalis God Bless Ahmad Albar. Bahkan pada tahun 2011, Jockie sempat memposting tulisan di akun facebooknya, bercerita bahwa alasan dia meninggalkan God Bless adalah karena merasa nyawanya terancam setelah ditodong pistol oleh Ahmad Albar.

Dalam postingan itu, Jockie menyindir Ahmad Albar sebagai Parno (Paranoid) dan sosok tidak punya malu karena masih saja menyanyikan sejumlah lagu ciptaan Jockie di atas panggung.

Namun gitaris God Bless, Ian Antono, yang menyaksikan perkelahian Jockie dengan Ahmad Albar membantah bahwa ada insiden penodongan pistol. Menurutnya, perkelahian berawal ketika Jockie melontarkan candaan bernada kotor mengenai keluarga Ahmad Albar. “Tapi nggak ada pistol,” kata Ian.

Di akhir hidupnya, Jockie telah berdamai dengan rekan satu grupnya itu. Bahkan Ahmad Albar datang menjenguk ketika Jockie terbaring sakit, dan ikut manggung untuk meramaikan konser amal untuk Jockie.

Kini tidak ada lagi Jockie Surjoprajogo. Yang tersisa darinya hanyalah sejumlah hits untuk terus didengar dan dikenang.

Penulis: Yono D