9.000 Orang di Kabupaten Tangerang Menderita TBC

Ilustrasi.(Okezone.com)

Tangerang – Indonesia menjadi negara dengan urutan ketiga dengan jumlah penderita penyakit TBC (Tuberculosis). Kondisi tersebut menjadi perhatian Kemenkes dalam menekan jumlah penderita dengan program TOSS (Temukan, obati, sampai, sembuh).

“Di Kabupaten Tangerang, kami diberi target untuk menemukan penderita TBC sebanyak 12.000 orang di tahun 2019 ini,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2T) Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi,” Rabu (2/10/2019).

Kata dia, penyakit TBC tidak akan mampu didapati dengan data yang berasal dari puskesmas saja.

Data terakhir, di akhir bulan September 2019 sudah menemukan mencapai sebanyak 9.000 orang penderita TBC. Data tersebut berasal gabungan dari klinik, puskesmas, dan rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta.

“Semakin banyak ditemukan dan langsung diobati, maka penularannya akan semakin sedikit,” ujarnya.

Hendra mengimbau, jika terdapat penderita TBC di satu rumah, maka orang yang berada di rumah tersebut dan juga tetangga terdekat dalam kondisi sakit atau pun tidak harus melakukan pemeriksaan dahak di puskesmas

“Agar dapat menemukan penderita baru dan sedini mungkin dapat diobati,” jelasnya.

Menurutnya, penularan TBC dapat menular ke setiap orang bisa melalui obrolan. Oleh karena itu, penderita harus ditemukan dan diberi pengobatan secara baik tuntas.

“Di masyarakat biasanya ada diskriminasi terhadap penderita TBC, padahal hal itu enggak perlu. Dengan minum obat selama dua minggu penyakit akan sembuh dan virusnya tidak akan menular lagi,” katanya.

Ciri-ciri penderita TCB lanjut Hendra, penderita mengalami batuk yang tidak sembuh selama dua minggu berturut-turut.(don/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here