Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Data BNPB Buktikan Kaitan Perubahan Iklim Global dengan Bencana Alam di Indonesia

Suara Nusantara by Suara Nusantara
4 June 2023
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
3
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com – Suhu rata-rata dunia cenderung mengalami kenaikan dan berdampak kepada tren kenaikan jumlah bencana alam di Indonesia.

“Perubahan iklim terbukti meningkatkan frekuensi kejadian bencana dengan sangat drastis dan lebih ekstrim,” ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), di Pondok Pesantren Alhamidiah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (3/6/2023), melalui keterangan tertulis.

Letjen TNI Suharyanto memaparkan berdasarkan data BNPB tahun 2010 hingga tahun 2020, tren kenaikan jumlah kejadian bencana alam naik hingga 82%. Hal yang sama, lanjutnya, pun terjadi secara global, khususnya sejak tahun 1961.

BACAJUGA

Dapat Laporan dari Para Menterinya, Prabowo: Kondisi Indonesia Cukup Aman

Antara Tekanan Global dan Kepentingan Nasional

“Sehingga, benar adanya bahwa peningkatan anomali suhu rata-rata baik ditingkat global maupun nasional menyebabkan meningkatnya frekuensi kejadian bencana, terutama bencana hidrometeorologi,” paparnya.

Berdasarkan penelitian terbaru dari para ilmuwan di Panel Antar-pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), suhu rata-rata sudah diangka 1,1 derajat Celsius lebih tinggi dari angka pada periode tahun 1850 sampai tahun 1900.

“Laju kenaikan suhu dalam 50 tahun terakhir ini merupakan yang tertinggi dalam 2.000 tahun,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Sementara itu, menurut layanan iklim Uni Eropa Copernicus 2022, delapan tahun terakhir, yakni tahun 2015 sampai tahun 2022 merupakan ‘delapan tahun terhangat yang pernah tercatat’.

Suhu rata-rata tahunan pada periode yang sama adalah 0,3 derajat Celcius diatas periode tahun 1991 sampai tahun 2020. Atau 1,2 derajat Celcius lebih tinggi dari periode tahun 1850 sampai tahun 1900.

Dalam 5 bulan awal tahun 2023 BNPB mencatat terdapat 1.675 kejadian bencana. Sejumlah tersebut didominasi oleh bencana hidrometeorologi (yang terkait dengan siklus air, seperti banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan) sebesar 99,1%.

“Dengan rincian 92,5% adalah bencana hidrometeorologi basah dan 6,6% merupakan bencana hidrometeorologi kering, sisanya merupakan bencana geologi dan vulkanologi,” ungkap Suharyanto.

Untuk bencana hidrometeorologi basah, Suharyanto menilai akar permasalahannya adalah urbanisasi yang memberikan tekanan pada lingkungan dihilir dan alih fungsi lahan baik secara sistematis termasuk secara ilegal.

Suharyanto pun menyebut bahwa urbanisasi dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dalam bentuk pembuangan asap kendaraan, pabrik dan lainnya, sehingga menjadikan kualitas udara tidak sehat.

Sementara, alih fungsi lahan, lanjut Suharyanto, menyebabkan pengurangan vegetasi yang menyebabkan berkurangannya kemampuan alam dalam menyerap karbon dan meningkatkan kerentanan banjir dan longsor karena air tidak terserap secara optimal.

Suharyanto menjelaskan bahwa dampak dari perubahan iklim dan peningkatan suhu global memicu tren kenaikan tinggi permukaan air laut.

Dirinya memaparkan catatan BNPB dalam tiga tahun terakhir, bencana banjir rob meningkat 46% dari 35 kali kejadian di 2020 menjadi 75 kejadian di 2022.

“Terjadi peningkatan frekuensi kejadian banjir dari laut (rob-red). Diperparah oleh kerusakan ekosistem pesisir,” ucapnya.

Selain hidrometeorologi basah, BNPB mengungkap bencana hidrometeorologi kering sudah mulai terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia.

“Terjadi kenaikan frekuensi kejadian kebakaran hutan dari minggu ke minggu, sehingga beberapa daerah telah menetapkan status siaga darurat,” ungkap Suharyanto.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas lahan terdampak karhutla, khususnya lahan gambut, berbanding lurus dengan emisi karbon yang dilepaskan.

Pada tahun 2019, misalnya, dari 1.64 juta hektare lahan terbakar melepaskan 624 juta ton emisi karbon keudara.

“Ini semua menjadi menjadi tantangan kita bersama. Bagaimana fenomena global dan regional telah nyata berdampak pada peningkatan intensitas kejadian dan dampak bencana ditingkat lokal,” ujar Suharyanto.

Pemanasan global ini sendiri dipicu oleh peningkatan konsentrasi gas diatmosfer, terutama karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4).

CO2 naik menjadi 417 bagian per sejuta (ppm), yang merupakan level tertinggi dalam lebih dari 2 juta tahun. Senada, metana naik menjadi 1.894 ppm ketingkat yang tidak terlihat dalam 800 ribu tahun.

“Konsentrasi atmosfer terus meningkat tanpa ada tanda-tanda melambat,” kata Vincent-Henri Peuch, direktur Layanan Pemantauan Atmosfer Copernicus.

Dua gas itu dihasilkan dari pemakaian bahan bakar minyak (BBM), batu bara, hingga industri peternakan.(ADT)

Tags: BNPBCuacaGlobalIklim
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

WINGS for UNICEF bersama Hers Protex gelar press conference tentang edukasi menstruasi di sekolah pada Rabu, 22 April 2026 di Jakarta (suaranusantara.com)
Nasional

Hers Protex Gelar Kampanye di Bandung dan Makassar, Luncurkan Edukasi Kebersihan Menstruasi di Sekolah

by SNC 9
23 April 2026

Suaranusantara.com - WINGS Group melalui program WINGS for UNICEF...

HNW
Nasional

HNW Serukan Komunitas Internasional Segera Bertindak Selamatkan Masjid Al Aqsha dari Israel

by Drt
23 April 2026

Suaranusantara.com- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR...

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Butuh Komitmen Bersama Wujudkan Nilai-Nilai Perjuangan RA Kartini di Masa Kini

23 April 2026
Transaksi Bank Mandiri (Dok ist)

Aktivitas Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3% sebagai Solusi Transaksi Nasabah

23 April 2026
Gagal Nyalip Dump Truk di Jalan Saketi-Bojong, Harun Tewas Terlindas

Kabar Duka, Mantan Wakapolda Metro Jaya Raziman Tarigan Meninggal

23 April 2026
Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkap pesan dari Presiden RI Prabowo Subianto (instagram @sekretariat.kabinet)

BGN Klarifikasi Soal 19 Ribu Sapi untuk MBG, Ternyata Hanya Simulasi

23 April 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

9 months ago
Anggota DPR RI Yasonna Laoly (DDok. FB/Yasonna H Laoly)

Begini Kata Yasonna Laoly soal Megawati Sebut Sering Jadi Sasaran Penyadapan

1 year ago
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Tak Izinkan Atlet Israel ke Jakarta: Tak Ada Manfaatnya

7 months ago
Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

3 years ago
Ganjar Pranowo (Dok Tim Ganjar)

Ganjar Pranowo Lanjutkan Kampanye di Jawa Tengah, Pagi ini Ketemu Petani di Blora

2 years ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

Habiburokhman: Sistem Peradilan Kita Masih Berat Sebelah

BERITA TERKINI

Prabowo Subianto saat telponan dengan PM Australia (Dok Ist)
Nasional

Albanese Telepon Prabowo, Tegaskan Hubungan Erat Indonesia-Australia

by Drt
23 April 2026

Suaranusantara.com- Hubungan bilateral Indonesia dan Australia kembali menjadi sorotan setelah komunikasi langsung dilakukan antara kedua pemimpin negara....

Wakil Ketua Komisi XIII saat Kunker di Morowali

DPR Minta Pengawasan Investasi di Morowali Diperketat, Soroti Peran IMIP

23 April 2026
Bournemouth vs Leeds

Prediksi Bournemouth vs Leeds: Duel Tim On-Fire Demi Gengsi Liga Inggris

22 April 2026
Elche vs Atletico Madrid

Prediksi Elche vs Atletico Madrid: Duel Tim ‘Jago Kandang’ Melawan Raksasa yang Kehilangan Taji!

22 April 2026
Barcelona vs Celta Vigo

Prediksi Barcelona vs Celta Vigo di La Liga: Sanggupkah Blaugrana Jaga Jarak!

22 April 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com