Suaranusantara.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-21 Masa Persidangan IV 2024-2025 di Jakarta Pusat, Selasa 1 Juli 2025, blak-blakan membuka data titik terlemah nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Adapun saat ini nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.185/US$ atau naik 0,28 persen. Hal itu berdasarkan Refinitiv nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa ditutup menguat pada Selasa 1 Juli 2024 Rp.16.185/US$.
Dalam rapat paripurna itu, Sri Mulyani mengatakan memaparkan bahwa gejolak global pada tahun 2024 lalu menjadi pemicu utama tekanan pada pasar keuangan domestik, yang berujung pada pergerakan drastis mata uang Garuda.
Kata Sri Mulyani, nilai tukar rupiah pada awal tahun 2024 menunjukan posisi yang bagus dengan rata-rata Rp16.000 per dolar AS. Sayangnya, tak berlangsung lama. Sebab, mengalami depresiasi hingga ke angka Rp 16.486.
Kata Sri, angka itu menjadi titik terlemah dari rupiah pada 2024.
“Kemudian, mengalami depresiasi hingga ke Rp16.486 per dolar. Ini merupakan titik terlemah dari rupiah pada 2024,” tegas Sri Mulyani, menggarisbawahi momen kritis bagi kurs rupiah kala itu dalam rapat paripurna, Selasa 1 Juli 2025.
Ani sapaan Sri Mulyani juga menyoroti anjloknya IHSG. Sebelumnya, pada awal tahun 2024, IHSG berada di level 7.300.
Sayangnya, IHSG ikut anjlok dengan menempati level 6.726 hingga Juni 2024.
Meski demikian, di tengah latar belakang gejolak dan tekanan tersebut, Sri Mulyani mengungkapkan rasa syukurnya.
“Dengan latar belakang gejolak dan tekanan tersebut, kita patut bersyukur perekonomian Indonesia pada 2024 berangsur pulih dan terus mampu menempuh kemajuan,” ucap wanita yang akrab disapa Ani itu.
Dia juga menegaskan bahwa agenda politik melalui pemilihan umum berjalan sesuai rencana, dengan pemilihan presiden yang terlaksana dalam satu putaran.
Menurutnya, ini menjadi modal kuat bagi Indonesia memasuki paruh kedua tahun 2024, memberikan kepastian politik yang sangat dibutuhkan pasar.
Lebih lanjut, Sri Mulyani menegaskan bahwa masa transisi pemerintahan dari Presiden Jokowi kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto menjadi kunci stabilitas tanah air. Stabilitas ini tidak hanya terlihat dalam tingkat politik, melainkan juga merambah ke urusan ekonomi.
“Pulihnya situasi dan stabilitas tidak terlepas dari manfaat APBN yang terus bekerja sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat dan perekonomian,” tandasnya.
Ani menegaskan peran krusial Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penahan guncangan ekonomi, yang mampu menjaga daya tahan perekonomian nasional di tengah berbagai tantangan.
Diketahui, penutupan nilai tukar rupiah pada Selasa kemarin menunjukkan perlawanan rupiah terhadap dolar AS setelah kemarin Senin 30 Juni 2025, rupiah ditutup melemah 0,19 persen pada level Rp16.230/US$.
Penguatan nilai rupiah hari ini sejalan dengan indeks dolar AS (DXY) yang mengalami pelemahan sebesar 0,18 persen ke level 96,69 per pukul 15:00 WIB.
Dolar Amerika Serikat melemah tipis karena ketidakpastian atas upaya senat AS untuk meloloskan rencana fiskal dan belanja Presiden Donald Trump membebani sentimen pasar, mendorong investor untuk melakukan diversifikasi di tengah perpecahan internal partai dikutip dari reuters.


















Discussion about this post