SuaraNusantara.com- Sebanyak 111,71 ribu jiwa penduduk Kabupaten Lebak masuk dalam kategori warga miskin pada tahun 2024. Jumlah warga tidak mampu di kabupaten ini menempati posisi tertinggi kedua di Provinsi Banten.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten 2025, posisi pertama dengan tingkat presentase kemiskinan tertinggi di Banten adalah Kabupaten Pandeglang yakni 9,18 persen.
Sementara presentase kemiskinan di Lebak 8,44 persen. Angka ini memang turun dibandingkan tahun 2023 sebanyak 114,54.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak Widy Ferdian mengatakan, jumlah penduduk miskin pada tahun 2024 menurun dibandingkan tahun 2023 yakni 114,54 ribu jiwa.
“Pada tahun 2020 ke 2021 memang terjadi kenaikan pada angka kemiskinan. Tapi ini wajar karena saat itu masa pandemi, dan kenaikannya juga saya rasa terjadi di daerah lain,” kata Widy, Selasa (29/7/2025)
Dalam menanggulangi persoalan kemiskinan, Widy menyebut, pemerintah pusat maupun daerah memiliki sejumlah strategi penanggulangan. Pertama kata dia, strategi pengurangan beban pengeluaran.
“Sasaran strategi ini dengan pemberian subsidi pendidikan, subsidi kesehatan, bantuan sosial dan lain-lain,” ucap Widy.
Strategi penanggulangan kemiskinan yang lain dengan meningkatkan pendapatan masyarakat, seperti peningkatan keterampilan tenaga kerja, pemberdayaan masyarakat hingga meningkatkan kapasitas petani.
“Langkah ketiga pemerintah berupaya mengurangi kantong-kantong kemiskinan dengan sasaran strategis akses pendidikan, irigasi, akses rumah layak huni. Termasuk sarana dan prasarana kemandirian pangan,” jelas Widy.(Def)


















Discussion about this post