Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan pada hari ini Kamis 19 Februari 2026 menghadiri rapat perdana Board of Peace (BoP) yang berlangsung di Washinton DC, Amerika Serikat.
Prabowo menghadiri rapat perdana BoP mengingat telah menandatangani piagam anggota Board of Peace yang merupakan organisasi besutan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump untuk perdamaian Gaza.
Kata Prabowo, dengan dirinya hadir dalam rapat BoP menunjukan komitmen Indonesia terhadap misi perdamaian Gaza.
“Saya berada di sini atas undangan Presiden Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan Board of Peace yang sangat penting. Pertemuan resmi pertama dari Board of Peace untuk membahas implementasi dan kelanjutan gencatan senjata di Gaza,” kata Prabowo, Kamis 19 Februari 2026.
Ia menegaskan Indonesia terus berupaya membuka jalan menuju solusi nyata dan berkelanjutan atas persoalan Palestina.
“Kami terus berupaya merintis jalan menuju solusi yang nyata dan berkelanjutan atas isu Palestina,” ujarnya.
Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia secara konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Indonesia tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu, namun tetap aktif dalam upaya menciptakan perdamaian dunia.
“Kami melanjutkan kebijakan luar negeri non-blok, menghormati semua kekuatan besar. Saya menyatakan tekad untuk menjalankan kebijakan ‘Good Neighbor Policy’,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Riyad Mansour, di Kantor Perwakilan Palestina, New York, AS, Senin 16 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menegaskan dukungan Indonesia bagi Palestina, serta komitmen mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya terwujudnya solusi dua negara (two-state solution).
Sugiono turut menyampaikan partisipasi Presiden Prabowo dalam pertemuan Board of Peace di Washington DC bersama sejumlah pemimpin dunia, termasuk negara-negara yang tergabung dalam kelompok 8, yakni Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan, yang aktif mendorong upaya perdamaian di Gaza.
“Partisipasi Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil selaras dengan Piagam PBB dan upaya multilateral yang ada, guna membuka jalan bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” pungkasnya.


















Discussion about this post