Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Lestari Moerdijat: Pertumbuhan Permintaan Batik Hijau Harus Dorong Peningkatan Kesejahteraan Pekerja

snc4 by snc4
16 September 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat

1
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Industri batik nasional terus mencatat kinerja positif di pasar global. Namun, para pekerja perempuan yang menjadi tulang punggung produksi fashion berkelanjutan, seperti batik, justru masih terkurung dalam sistem upah yang stagnan dan beban kerja yang kian berat.

“Pertumbuhan produksi sustainable fashion seperti batik, belum berdampak positif terhadap upah pekerja yang mayoritas perempuan,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat pada sambutannya dalam diskusi daring bertema Batik Hijau dan Keadilan Pekerja Perempuan: Menyatukan Agenda Lingkungan, Budaya, dan Kesejahteraan yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (16/9).

Diskusi yang dimoderatori Eva Kusuma Sundari (Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI), menghadirkan Agus Triyono (Staf Ahli
Bidang Sosial Politik dan Kebijakan Publik, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia), Prof. Dr. Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Eng. (Guru Besar Institute Pertanian Bogor/IPB – Pakar Produksi Bersih dan Agroindustri Berkelanjutan), dan Dr. Aviliani (Ekonom Senior – Institute for Development of Economics and Finance /INDEF) sebagai narasumber.

BACAJUGA

Terima Rekomendasi KNHTN IX, Lestari Moerdijat Dorong Penguatan Demokrasi dan Negara Hukum

Lestari Moerdijat: Konstitusi Jangan Berhenti Jadi Teks Normatif, MPR RI Buka Ruang Aspirasi Seluas-luasnya

Selain itu hadir pula Chandra Kirana Prijosusilo (Pendiri NGO Sekar Kawung – Praktisi Batik Berkelanjutan) sebagai penanggap.

Data Kementerian Perindustrian mencatat, nilai ekspor batik nasional pada 2025 mencapai US$30,62 juta, tumbuh 13,03% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Tren batik yang mengandalkan proses yang ramah lingkungan dan memanfaatkan pewarna alami, diakui Rerie, sapaan akrab Lestari, sejatinya sejalan dengan tuntutan fesyen berkelanjutan global.

Namun, ujar dia, proses tersebut ternyata menciptakan kompleksitas baru di ruang produksi di tanah air. Proses dan tahapan produksi dan yang lebih panjang, menambah beban para pekerja.

Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu memaparkan, berdasarkan sejumlah penelitian, hal itu menunjukkan bahwa tambahan beban kerja itu tidak berkorelasi positif terhadap eskalasi upah pekerjanya.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menekankan bahwa perlindungan kesejahteraan pekerja bukan sekadar kebijakan ekonomi, melainkan amanat konstitusi.

Rerie mendorong terciptanya integrasi holistik antara konservasi lingkungan, pelestarian warisan budaya, dan jaminan perlindungan hak-hak dasar pekerja dalam industri batik hijau.

“Label ‘hijau’ dan ‘berkelanjutan’ dalam industri batik akan kehilangan makna etis jika di baliknya masih ada tenaga kerja tanpa kompensasi yang setara,” pungkas Rerie.

Staf Ahli Bidang Sosial Politik dan Kebijakan Publik, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Agus Triyono berpendapat bahwa transformasi tren batik hijau harus bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerjanya.

Menurut Agus, hal utama yang harus diperhatikan dengan cermat dalam transformasi itu adalah status hubungan kerja, unsur pekerjaan, dan upah pekerja. Sehingga,
perlindungan ketenagakerjaan wajib diberikan.

Transformasi batik hijau dengan proses dan bahan yang ramah lingkungan, jelas dia, seharusnya mendukung pekerja menjadi lebih aman dalam bekerja.

Menurut Agus, pekerja perempuan secara umum sudah dilindungi oleh UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, misalnya pada Pasal 76 yang mengatur batas usia pekerja dan batas jam kerja perempuan.

Agus mendorong agar harga batik hijau yang cukup tinggi dapat berdampak positif pada terwujudnya penghasilan yang layak bagi pekerjanya.

Pakar Produksi Bersih dan Agroindustri Berkelanjutan Anas Miftah Fauzi berpendapat bahwa setiap lembar produksi batik itu membutuhkan banyak air, pewarna sintestis, dan bahan impor lainnya.

Tren batik hijau, menurut Anas, sangat ramah lingkungan dan mengurangi ancaman paparan bahan kimia bagi pekerjanya.

Jadi, transformasi ke batik hijau, tambah dia, selain aman, juga berdampak positif terhadap peningkatan harga produknya.

“Harus segera dimasyarakatkan upaya untuk mendukung pemakaian bahan-bahan alami dalam proses produksi batik, dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk produksi pewarna alami,” ujarnya.

Membangun ekosistem yang mendukung keberlanjutan transformasi batik hijau, tegas Anas, harus mendapat dukungan semua pihak.

Ekonom Senior INDEF Aviliani mengungkapkan bahwa ekspor batik Indonesia yang masuk ekonomi kreatif, terus meningkat.

Namun, ujar Aviliani, peningkatan ekspor itu belum sepenuhnya menyentuh peningkatan upah pekerjanya.

Menurut Aviliani, peningkatan ekspor tersebut harus berkelanjutan dengan berbagai upaya pengembangan produk seperti memberi latar belakang cerita pada setiap motif batik dan bagaimana batik itu dibuat.

Dengan sejumlah informasi tersebut, ujar dia, harga tinggi pada batik hijau lebih bisa dipahami oleh konsumennya.

Sangat disayangkan, jelas Aviliani, peningkatan harga batik hijau itu belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan upah pekerjanya yang dilibatkan pada proses produksi secara informal.

Menurut Aviliani, sejumlah benefit itu sejatinya bisa diberikan kepada para pekerja sektor batik, misalnya, setiap pekerja mendapatkan perlindungan BPJS Kesehatan.

Pemanfaatan bahan-bahan alami dalam produksi batik, menurut dia, membuka peluang untuk lebih meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan pekerjanya.

Pendiri NGO Sekar Kawung Chandra Kirana Prijosusilo mengungkapkan bahwa berdirinya NGO Sekar Kawung pada awalnya berupaya membuktikan apakah desa dapat mandiri dengan menciptakan ekonomi berkelanjutan.

Dengan upaya membangun ekonomi berbasis tenun di NTT, Chandra dan rekan-rekannya berusaha memproduksi tenun bersama masyarakat desa sebagai produksi asli desa tersebut.

Tetapi, ujar dia, ketika produksi tenun desa itu akan diekspor ke luar negeri sebagai produksi asli desa tersebut, tidak lolos setifikasi, karena bahan dasar benangnya impor.

Kondisi tersebut, jelas dia, ternyata hal yang umum terjadi di tanah air. Bahkan, industri batik pun saat ini sangat tergantung pada ketersediaan bahan baku yang harus diimpor.

Padahal, tambah Chandra, nilai ekonomi sustainable textile dunia semakin meningkat. Bila saat ini nilainya US$100 miliar, ujar dia, pada 2035 diprediksi nilai ekonomi sustainable textile bisa mencapai US$180 miliar.

Sangat disayangkan, ujar dia, Indonesia belum cukup mampu untuk memenuhi permintaan yang terbuka luas di sektor sustainable textile dunia.

Karena, tambah Chandra, sejumlah tantangan seperti, ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia terampil, dan ekosistem produksi yang berkelanjutan serta ramah lingkungan, masih dihadapi.

Semua pihak, tegas dia, harus duduk bersama dalam membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan dari hulu hingga hilir, agar mampu menjawab berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi saat ini dan masa datang.

Mengutip sejumlah pendapat narasumber dalam diskusi tersebut, wartawan senior Saur Hutabarat berpendapat bahwa untuk menggendong sektor UMKM harus melalui ekonomi budaya.

Menurut Saur, hal itu karena dalam upaya peningkatan sektor UMKM harus ada knowledge yang harus diupayakan.

Apalagi, ujar Saur, dalam transaksi produk UMKM, proses pelacakan produksi saat ini, dinilai penting. Nilai ekonomi produk UMKM bisa meningkat karena proses produksinya menghormati kelestarian lingkungan.

Bukan hanya ramah lingkungan, tambah dia, tetapi menghormati kelestarian lingkungan.

Sehingga, ujar Saur, Perancis memberi nilai yang mahal terhadap produk yang dapat dilacak bahwa prosesnya menghormati kelestarian ekosistem.

“Saya berpendapat, untuk mewujudkan sejumlah langkah tersebut, kita harus serius dalam urusan penguatan knowledge dalam peningkatan nilai jual produk UMKM,” pungkas Saur.

Tags: Batik NasionalLestari MoerdijatPekerja Perempuan
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Nasional

Dukung Rekening untuk Semua Warga, F-PKB MPR: Beri Juga Akses Penghasilan

by snc4
16 September 2026

Suaranusantara.com— Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR RI mendukung...

HNW Ajak Generasi Muda Sumbar Teladani Semangat Pendiri Bangsa: Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045
Nasional

HNW Ajak Generasi Muda Sumbar Teladani Semangat Pendiri Bangsa: Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

by snc4
16 September 2026

Suaranusantara.com – Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat...

Foto lima wartawan sebelum hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau (Instagram @jakarta.terkini)

Pencarian Wartawan Hilang di Anak Krakatau Belum Buahkan Hasil, Keluarga: Kami Ikhlas tapi Masih Berharap Ditemukan

16 September 2026
Update Terbaru Pencarian Wartawan Hilang di Anak Krakatau, Tim SAR 22 Kapal Perluas Area

Update Terbaru Pencarian Wartawan Hilang di Anak Krakatau, Tim SAR 22 Kapal Perluas Area

16 September 2026
Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Alhamdulilah Selamet Gue

Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Alhamdulilah Selamet Gue

16 September 2026
Purbaya Yudhi Sadewa masih hadiri rapat bersama DPD di DPR RI, di tengah pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menkeu baru (Instagram @rumpi_gosip)

Sebelum Dicopot dari Menkeu, Purbaya Mengaku Sudah Punya Firasat

16 September 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

No Content Available

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Lestari Moerdijat
Nasional

Lestari Moerdijat: Pertumbuhan Permintaan Batik Hijau Harus Dorong Peningkatan Kesejahteraan Pekerja

by snc4
16 September 2026

Suaranusantara.com- Industri batik nasional terus mencatat kinerja positif di pasar global. Namun, para pekerja perempuan yang menjadi...

Rencana Purbaya Usai Tak Lagi Jabat Menkeu: Mau Mancing di Belakang Rumah Sambil Melamun, Kenapa Dipecat?

Rencana Purbaya Usai Tak Lagi Jabat Menkeu: Mau Mancing di Belakang Rumah Sambil Melamun, Kenapa Dipecat?

16 September 2026
Selain Fahd A Rafiq, KPK Sebut 3 Tersangka Lain Orang Kepercayaan Nusron Wahid Ini Daftarnya

Selain Fahd A Rafiq, KPK Sebut 3 Tersangka Lain Orang Kepercayaan Nusron Wahid Ini Daftarnya

16 September 2026
KPK Jelaskan Kronologi Penetapan Tersangka 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Kasus Korupsi HGB Bogor

KPK Jelaskan Kronologi Penetapan Tersangka 4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Kasus Korupsi HGB Bogor

16 September 2026
4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diciduk KPK Terkait Kasus Korupsi HGB Bogor, Siapa Saja? Ini Daftarnya

4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diciduk KPK Terkait Kasus Korupsi HGB Bogor, Siapa Saja? Ini Daftarnya

16 September 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com