Suaranusantara.com- Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, mendeteksi adanya dugaan skenario hitam untuk menjegal pasangan Capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman saat Konferensi Pers di Media Center TKN, Jakarta Selatan, pada Minggu (21/1/2024).
“Tiga skenario tersebut adalah dengan melakukan kecurangan terstruktur, sistematis dan massif yang merugikan Prabowo-Gibran, menghembuskan isu pemakzulan presiden Jokowi dan menyebarkan berita bohong untuk mengadu domba,” kata Habiburokhman.
“Motif penjegalan tersebut, karena meroketnya elektabilitas Prabowo-Gibran yang bisa jadi membuat sebagian orang frustasi,” lanjutnya.
Menurutnya, TKN menemukan adanya dugaan kecurangan, yang menggunakan kekuasaan kepala daerah dan kementerian atau lembaga yang pejabatnya berafiliasi dengan partai politik (Parpol) tertentu.
“Fenomena ini terjadi di berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Contohnya antara lain, adanya dugaan penggunaan APBD Kota Semarang untuk pengadaan motor Vario warna merah yang identik dengan warna parpol tertentu,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Habiburokhman, TKN juga menemukan adanya dugaan mohilisasi Dharma Wanita untuk menghadiri senam bersama istri salah satu Capres di Sulawesi Utara tanggal 17 Januari 2024 lalu.
Kemudian, ada dugaan dimanfaatkannya Petugas Pendamping Desa Kemendesnuntuk menjadi tim pemenagan salah satu paslon.
“Info yang kami dapat, jika tim pendamping desa tersebut menolak mendukung paslon tersebut maka SK tidak diperpanjang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Habiburokhman menyebut, pihaknya telah melaporkan dugaan kecurangan tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI hingga Dewan Pers.
“Terkait dugaan kecurangan ini, sejauh ini kami sudah melaporkan 41 laporan ke Bawaslu, dua laporan ke Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia, 5 laporan ke DKPP serta 5 laporan pidana,” pungkasnya. (IF).


















Discussion about this post