Suaranusantara.com – Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mendapat desakan dari Walhi untuk melakukan moratorium izin tambang dan kelapa sawit di Indonesia.
Desakan ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Zenzi Suhadi, dalam pertemuan di Kantor Walhi, Jakarta, Kamis (8/2) malam.
Zenzi mengatakan, moratorium izin tambang dan sawit diperlukan karena aktivitas tersebut telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan kemiskinan rakyat.
Ia menilai, pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Indonesia masih salah dan tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
“Kami sampaikan ke Pak Ganjar. Ini di depan publik kami wakili anggota Walhi, kalau bisa dilakukan review dan moratorium izin tambang dan sawit. Ini penyebab berkah alam di Indonesia jadi bencana,” ujar Zenzi.
Zenzi juga mengungkapkan, baik Ganjar maupun Jokowi memiliki kesamaan sebagai pecinta alam dan pernah berkunjung ke Walhi saat maju Pilpres.
Ia berharap, Ganjar bisa memperhatikan isu lingkungan dan ekonomi rakyat jika terpilih menjadi presiden.
“Ekonomi rakyat ini kita urus untuk mengelola lahan petani, petani lah ahlinya. Untuk hasil laut nelayan lah ahlinya. Negara bertugas bangun pasar dan hilirisasinya di kampung-kampung,” tutur Zenzi.
“Sama-sama datang ke WALHI pas maju Pilpres. Pak Jokowi di 2014,” tambahnya Zenzi.
Sementara itu, Ganjar mengatakan, ia akan mengundang Walhi untuk membahas usulan moratorium izin tambang dan sawit.
Ia mengaku, ia masih percaya pada pola pengambilan kebijakan asimetris yang sesuai dengan kondisi daerah.
“Undang WALHI. Pasti dia sudah punya datanya. Kementerian sudah punya datanya. Kira-kira masing-masing kita desain seperti apa,” kata Ganjar.


















Discussion about this post