Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Teknologi

Waspada! Malapetaka Google Mengintai Bakal ‘Membunuh’ Pengguna Secara Pelan-pelan

Feri Spt by Feri Spt
22 December 2024
in Teknologi
Reading Time: 3 mins read
A A
Google adalah mesin pencari yang masih populer untuk mencari berbagai informasi (instagram @webeskpor)

Google adalah mesin pencari yang masih populer untuk mencari berbagai informasi (instagram @webeskpor)

3
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Pengguna internet tentu sudah tidak asing lagi dengan Google, sebuah mesin pencari yang di mana hampir seluruh dunia menggunakannya untuk mencari beragam informasi.

Dengan Google, maka pengguna dapat dipermudah mencari segala informasi mulai dari teks bahkan sampai gambar.

Sayangnya, di balik kemudahan mendapatkan informasi dari Google, ternyata ada bahaya yang mengintai bagi para penggunanya.

BACAJUGA

Bocoran Spek Google Pixel 11: Fokus Perbaiki Masalah Klasik!

Bocoran Lengkap Google Pixel 10a: Desain Baru, Ringkas, Baterai Jumbo!

Sebab, ternyata di balik kemudahan yang didapat tanpa disadari bahwa pengguna telah menyerahkan sebagian dari kebebasan kita sebagai manusia kepada perusahaan milik Alphabet Inc. tersebut.

Dalam bentuk data, pengguna menyerahkan banyak sekali informasi kepada Google, mulai dari usia, band favorit, isi korespondensi, bahkan lokasi.

Itu semua sering kali pengguna serahkan tanpa sadar dan secara sukarela demi mendapat kemudahan-kemudahan yang Google tawarkan.

Sebagai “imbalan”, tak jarang pula kita dibombardir oleh konten atau iklan yang mustahil didapatkan seandainya Google tidak “mengenal” kita dengan baik.

Segala konten serta iklan yang terpersonalisasi itu sebenarnya merupakan konsekuensi dari segala informasi yang kita serahkan kepada Google.

Dengan kata lain, selama ini pengguna membiarkan diri dimata-matai oleh entitas abstrak yang di dalamnya tentu berisikan manusia-manusia lainnya, yang bakal semakin invasif jika terus menerus dibiarkan.

Pada dasarnya, di tiap interaksi dengan pengguna, ada data yang diambil oleh Google. Yang paling mendasar, ketika kita mengetik sesuatu di tab pencarian Google, lalu mengklik sebuah tautan yang disediakan, aksi yang kita lakukan itu bakal terekam.

Anda mungkin sering melihat hal ini, di mana tautan yang sudah pernah dibuka berubah warna dan ada tulisan kapan Anda mengaksesnya.

Dari histori pencarian dan kebiasaan tatkala mengakses mesin pencarian saja, Google sudah bisa mengenal kita lebih dekat.

Pada akhirnya, data-data tersebut digunakan untuk melatih algoritma Google untuk menawari kita semua produk atau layanan yang terpersonalisasi.

Sisi positifnya, semakin sering kita mencari sesuatu, hasil yang ditawarkan Google kepada kita bakal semakin akurat dan spesifik.

Untuk melacak kebiasaan pengguna ini, Google menggunakan apa yang disebut “third-party cookies” dan “trackers”.

Kedua fitur ini biasanya digunakan oleh jaringan iklan Google untuk mengoleksi informasi mengenai kebiasaan seseorang mengunjungi situs web tertentu, apa saja hal yang dia sukai, bahkan kebiasaannya dalam berbelanja.

Google memiliki pelacak yang ditempatkan di banyak sekali situs web untuk mengambil data-data semacam ini.

Mungkin ada di antara pembaca yang pernah terheran-heran, “Kok, tiba-tiba ada iklan tentang barang X yang muncul di hadapanku?”

Jawabannya sederhana, karena entah kapan Anda pernah mencari informasi mengenai barang tersebut dan pada akhirnya Google merekomendasikan itu kepada Anda.

Soal kebiasaan ketika berselancar di internet, jangan sekali-sekali terkecoh soal mode Incognito. Barangkali Anda berpikir bahwa mode ini aman dari pelacakan apa pun, tetapi faktanya tidaklah demikian.

Mode Incognito memang dirancang supaya apa yang Anda lakukan di sana tidak terekam oleh perangkat atau gawai. Namun, pihak-pihak lain tetap bisa mengetahui aktivitas Anda, mulai dari penyedia jasa internet sampai, well… Google, tentu saja.

Soal ini, Google pernah diseret ke meja hijau. Jadi, kendati Google Chrome (peramban resmi milik Google) tidak merekam aktivitas browsing di mode Incognito, trackers milik Google di situs web-situs web lain ternyata masih melakukan pengambilan data.

Inilah yang kemudian dipermasalahkan oleh sekelompok orang di Amerika Serikat. Hasilnya? Google setuju untuk menghapus miliaran data yang dikumpulkan lewat mode Incognito dan menyediakan opsi bagi pengguna untuk memblok “third party cookies” selama menjelajah di mode Incognito.

Kemudian, ada pelacakan lokasi. Sebagai pengguna Google Maps, saya berulang kali dibuat terkejut oleh notifikasi Google yang menyebutkan ke mana saja saya pergi pada tanggal sekian dan hari apa saja yang menjadi hari tersibuk saya.

Ini sebenarnya sangat mengkhawatirkan, karena kendati Google telah menerapkan disiplin ketat akan data pengguna, penyalahgunaan oleh oknum tetap rentan terjadi.

Namun, di sisi lain, sebagai orang yang kurang mahir ihwal navigasi, keberadaan Google Maps amatlah membantu.

Pelacakan lokasi yang dilakukan oleh Google Maps, atau aplikasi lain yang menggunakan Google Maps sebagai petanya, memang mencakup rute serta tempat mana saja yang dikunjungi.

Bahkan, apabila kita berada di dekat sebuah lokasi yang tercatat di Google Maps saja, kendati kita tidak memasukinya, identitas kita bakal tercatat pernah mengunjungi lokasi tersebut.

Di sisi lain, pelacakan lokasi ini memang sangat berguna. Selain untuk mengarahkan ke jalan yang benar, informasi mengenai kondisi lalu lintas juga bisa diberikan oleh Google secara real-time berkat pelacakan lokasi tersebut.

Ini belum termasuk fitur-fitur lain seperti rekomendasi tempat untuk dikunjungi ketika kita berada di area tertentu.

Akan tetapi, sekali lagi, segala kemudahan tersebut tidaklah gratis. Kita mungkin tak diminta sepeser pun oleh Google, tetapi informasi yang kita serahkan jauh lebih berharga karena mereka tahu cara memanfaatkannya.

Lagi-lagi, ini berfungsi supaya Google bisa memberikan rekomendasi konten serta iklan produk yang sekiranya cocok dengan selera seorang pengguna.

Dengan semakin luasnya fitur YouTube, di mana saat ini ada pula community posts, data yang dikumpulkan oleh Google pun semakin banyak.

Terakhir, yang tak kalah krusial adalah perangkat atau gawai. Beberapa waktu lalu saya pernah bekerja untuk sebuah perusahaan rekanan Google. Untuk mengerjakan semua tugas, saya diberi perangkat yang semua aktivitas di dalamnya bisa dilacak langsung oleh Google.

Ini menunjukkan betapa luasnya jangkauan Google ke dalam kehidupan setiap penggunanya.

Soal ini pun berlaku pada para pengguna perangkat dan gawai secara umum, khususnya gawai-gawai yang punya kaitan erat dengan Google seperti ponsel Android.

Dari sini, Google mengoleksi banyak sekali informasi mulai dari model perangkat, versi dari sistem operasi, sampai unique device identifiers.

Bagi pengguna, ini memang memudahkan dilakukannya integrasi antarplatform. Namun, di sisi lain, ini lagi-lagi menjadi bahan pelajaran bagi Google untuk mengetahui karakter si pengguna.

Di dalam gawai-gawai Google tersebut juga biasanya terdapat Google Assistant yang bisa diakses dengan suara. Kadang kala, layanan ini bisa terakses dengan sendirinya ketika gawai kita mendengar sebuah kata pemicu (trigger word).

Ketika ini terjadi, tentu kita bertanya-tanya, apakah Google diam-diam juga mendengarkan percakapan yang kita lakukan sehari-hari? Apabila itu terjadi, dan Google Assistant tidak sengaja terakses, maka jawabannya adalah ya.

Tags: DataGoogleIncognitomesin pencarian
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Lenovo Lecoo Air 14
Teknologi

Lenovo Lecoo Air 14 Meluncur dengan Bobot Tak Sampai 1 Kg, Bawa Prosesor Intel Core 5!

by snc 14
30 May 2026

Suaranusantara.com - Memahami dinamika mobilitas yang tinggi, Lenovo secara...

RedMagic 11S Pro
Teknologi

Review Spesifikasi RedMagic 11S Pro: Era Baru HP Gaming Berpendingin AquaCore!

by snc 14
30 May 2026

Suaranusantara.com - RedMagic 11S Pro resmi menggebrak pasar sebagai...

Vivo TWS 5e

Menilik Vivo TWS 5e: Baterai Awet 55 Jam, Harga Ramah Kantong!

30 May 2026
Huawei Watch Fit 5 Series

Mengintip Kecanggihan Huawei Watch Fit 5 Series: Tawarkan Proteksi Jantung Kelas Medis!

29 May 2026
Xiaomi 17T Vs Xiaomi 17T Pro

Adu Tangguh! Ini Beda Spesifikasi dan Harga Xiaomi 17T vs Xiaomi 17T Pro

29 May 2026
Vivo T5

Vivo T5 Meluncur Bawa Baterai 7200mAh dan Sertifikasi IP69

29 May 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

11 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

3 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

3 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Gelar Perdana Super Cool Run 2026, Head & Shoulders Dukung Gaya Hidup Aktif Masyarakat Indonesia
Nasional

Gelar Perdana Super Cool Run 2026, Head & Shoulders Dukung Gaya Hidup Aktif Masyarakat Indonesia

by SNC 9
31 May 2026

Suaranusantara.com– Head & Shoulders Indonesia resmi mengumumkan penyelenggaraan ajang lari pertamanya, Head & Shoulders Super Cool Run...

Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI: Kurban Adalah Investasi Karakter Generasi Muda

Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI: Kurban Adalah Investasi Karakter Generasi Muda

31 May 2026
HNW

HNW Soal Calon Jemaah Gagal Berangkat : Hak Harus Diberikan dan Hukum Harus Ditegakkan

31 May 2026
PSG vs Arsenal

Prediksi Susunan Pemain PSG vs Arsenal: Amunisi Baru Luis Enrique!

30 May 2026
PSG vs Arsenal

Prediksi PSG vs Arsenal di Final Liga Champions: Misi Penebusan Dendam Dua Dekade!

30 May 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com