Suaranusantara.com- Sebuah tragedi menyelimuti Kota Batu, Jawa Timur, saat sebuah bus pariwisata mengalami kecelakaan fatal pada Rabu malam. Kecelakaan ini mengakibatkan empat orang kehilangan nyawa, termasuk seorang balita.
Suasana duka menyelimuti lokasi kejadian di Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Raya Beji, yang berubah menjadi saksi bisu peristiwa memilukan tersebut.
Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, menyebutkan bahwa total korban dalam kecelakaan ini mencapai 12 orang.
“Empat orang meninggal dunia, sementara tujuh lainnya mengalami luka ringan, dan satu korban menderita luka berat,” ujarnya pada Rabu malam.
Seluruh korban meninggal bukan berasal dari rombongan bus, melainkan pengguna jalan yang berada di lokasi kejadian. Para korban telah dievakuasi ke RS Hasta Brata dan RS Karsa Husada.
Menurut catatan kepolisian, korban meninggal dunia meliputi Agus Darianto (60) asal Sidomulyo, Sugianto Mumun (40), Anis dari Jember, dan Syafa, seorang balita berusia 20 bulan.
Pihak kepolisian juga merinci identitas beberapa korban luka yang sudah teridentifikasi dalam kecelakaan Batu. Berikut daftar selengkapnya: Mustofa Ahman (20), warga Temas, Batu Muh Safiudin (30), warga Tanggul, Kabupaten Jember Sugiarti (60), warga Dinoyo, Kota Malang Moch Bayu Jatmiko (38), warga Lowokwaru.
Kemudian dari Kota Malang Prasasti Nur Aulia (23), warga Blimbing, Kota Malang Tino Trisula (32), warga Sisir, Kota Batu Bambang Eko Pribadi (49), warga Junggo, Batu Rasminanto (71), warga Junggo, Batu.
Penyebab kecelakaan ini diduga kuat akibat rem blong. Berdasarkan rekaman CCTV, bus terlihat kehilangan kendali saat keluar dari Museum Angkut. Bus melaju kencang melalui Jalan Imam Bonjol yang menurun, menabrak sejumlah kendaraan, dan terus melaju hingga akhirnya berhenti setelah menabrak pohon di depan Sekolah Alkitab Batu, Beji.
Seorang warga setempat, Endi, menyebutkan bahwa bus melaju tanpa kendali sejauh dua kilometer sebelum akhirnya berhenti. Bagian depan bus mengalami kerusakan parah akibat tabrakan tersebut. Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya pemeriksaan teknis kendaraan, terutama saat melintasi jalan dengan kontur yang berbahaya.


















Discussion about this post