Suaranusantara.com – Lembaga Center of Budget Analysis (CBA) menyarankan agar seluruh komisaris Bank DKI untuk mundur dari jabatannya.
Hal ini buntut dari terganggunya layanan perbankan Bank DKI saat masa libur lebaran idul fitri 1446 hijriyah.
Awalnya, Direktur Eksekutif Center of Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan bahwa terganggunya layanan Bank DKI ini sangat merugikan nasabah.
Selain itu, kata dia, hal ini juga membuat citra Bank DKI buruk di mata publik.
“Payah nih Bank DKI, mingguan tidak berfungsi, dan hal ini sangat merugikan nasabah dan merusak citra Bank DKI di mata publik. Direksi bank KI harus bertanggung jawab,”kata Uchok, Minggu (6/4/2025).
Padahal, kata Uchok, tahun ini, Bank DKI meraih penghargaan sebagai Top Digital Corporate Brand Award 2025 kategori Perbankan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam ajang ‘7th Top Digital Corporate Brand Award 2025’.
“Jadi kualitas IT Bank DKI yang benar seperti apa? Kalau memang mumpuni, kenapa bisa terjadi gangguan hingga berlama-lama. Sehingga merugikan nasabah. Saya kira, kejadian Bank DKI ini bikin malu mas Pramono Anung sebagai Gubernur Jakarta,”ucapnya.
Atas kejadian ini, Uchok menyarankan agar seluruh komisaris Bank DKI untuk mundur dari jabatannya.
Hal ini, kata dia, sebagai bentuk untuk menutup rasa malu Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dihadapan publik.
“Sebaiknya, seluruh direktur dan komisaris Bank DKI membatalkan diri saja, untuk menutup malu Gubernur Pramono. Dengan mundur, artinya mereka mempertimbangkan secara moral. Agar citra Bank DKI bisa kembali tegak, kepercayaan nasabah juga pulih,” tuturnya.

















Discussion about this post