SuaraNusantara.com– Pergeseran tanah menyebabkan 40 rumah di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Tujuh keluarga dilaporkan mengungsi karena rumah mereka tak lagi bisa ditempati akibat kerusakan yang parah.
Kerusakan rumah akibat fenomena pergeseran tanah di desa tersebut sudah dalam kategori sedang dan berat. Bagian dinding dan lantai di beberapa rumah bahkan sudah nyaris terbelah dengan panjang retakan hampir di semua bagian rumah.
“Pergeseran tanah di Kampung Cinangga Lebak sudah terjadi selama puluhan tahun, tetapi kondisi terparahnya sejak tiga tahun terakhir,” kata Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik, Sabtu (7/3/2026).
Rafik mengatakan, setiap hari, ratusan orang yang masih tinggal di rumah terdampak pergeseran tanah selalu diselimuti perasaan waswas. Apalagi, sudah beberapa hari ini hujan selalu turun.
“Warga tentu cemas dan khawatir kerusakannya semakin parah dan bukan tidak mungkin bisa roboh,” sebutnya.
Ia berharap, pergerseran tanah yang terjadi di desanya segera mendapat perhatian Pemprov Banten dan Pemkab Lebak dengan melakukan relokasi terhadap puluhan rumah tersebut.
“Kami sudah punya lahan untuk relokasi cuma terbentur anggaran relokasinya. Saya berharap Pemkab Lebak dan Pemprov Banten bisa cepat turun tangan, karena kalau dibiarkan terlalu lama bisa semakin bertambah rumah yang terdampak, dan khawatir juga menimbulkan korban,” tutur Rafik.
Rahmi Nur, salah seorang warga mengaku, terpaksa mengosongkan rumah lantaran khawatir tempat tinggalnya roboh.
“Saya takut tiba-tiba rumah roboh. Makanya saya pindah ke tempat saudara dan mengosongkan rumah,” ucapnya.
“Apalagi sekarang musim hujan sudah pasti warga tambah waswas. Beberapa warga juga bukan enggak mau ngungsi, tapi mau ke mana karena enggak ada tempat lain,” keluhnya.(Def)


















Discussion about this post