Suaranusantara.com – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan dan Keluarga (TP PKK) Provinsi DKI Jakarta bersama Daya Wanita PAM JAYA kembali menyalurkan bantuan toren air gratis bagi warga Jakarta. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat, khususnya di wilayah dengan tekanan air yang belum stabil, agar memiliki cadangan air yang lebih aman dan memadai.
Penyaluran sebanyak 500 toren air dilakukan di wilayah Jakarta Pusat dan ditinjau langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta Hani Pramono Anung di kawasan Matraman, Pegangsaan, Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua BKOW DKI Jakarta, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi DKI Jakarta, Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta, Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin, serta Ketua Daya Wanita PAM JAYA.
Bantuan toren didistribusikan ke sejumlah kelurahan di Jakarta Pusat. Kelurahan Menteng menerima alokasi terbanyak, yakni 170 unit, sementara sisanya disalurkan ke Kelurahan Karang Anyar, Kartini, Duri Pulo, Kampung Bali, Tanah Tinggi, Kemayoran, dan Kebon Kosong.
Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta Hani Pramono Anung mengatakan program tersebut merupakan bentuk kolaborasi untuk meningkatkan ketahanan air di tingkat rumah tangga. Menurutnya, bantuan itu diharapkan dapat mendukung kesehatan keluarga sekaligus mengurangi beban masyarakat.
“Program ini merupakan wujud kepedulian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam menjaga ketahanan air rumah tangga, mendukung kesehatan keluarga, serta membantu meringankan beban ekonomi warga. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut sehingga semakin banyak keluarga di Jakarta dapat merasakan manfaat akses air yang lebih baik,” ujar Hani.
Program ini merupakan bagian dari target pembagian 5.000 toren air gratis sepanjang 2026. Sebelumnya, sebanyak 1.000 toren telah disalurkan pada periode Januari hingga Mei, sehingga hingga 13 Juli 2026 total bantuan yang telah diterima masyarakat mencapai 1.500 unit.
Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengatakan pembagian toren menjadi salah satu upaya membantu pelanggan di kawasan yang masih mengalami tekanan air rendah. Menurutnya, toren memungkinkan air yang mengalir pada malam hari dapat ditampung untuk digunakan pada siang hari.
“Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih. Kami juga terus memperkuat kolaborasi agar target layanan air minum perpipaan 100 persen pada 2029 dapat tercapai,” kata Arief.
Salah seorang penerima manfaat, Juliana, mengaku bantuan toren membuat kebutuhan air keluarganya menjadi lebih mudah dipenuhi. Selama puluhan tahun menjadi pelanggan PAM JAYA, ia sebelumnya hanya mengandalkan ember sebagai tempat penampungan air.
“Saya sudah menjadi pelanggan selama 30 tahun. Sebelumnya saya hanya menampung air pakai ember, sekarang sudah ada penampungannya yang lebih jernih, aman, dan terjamin. Aktivitas juga jadi lebih mudah, bantuan ini sangat berguna sekali,” ujar Juliana.
Penerima lainnya, Ibu Kenny, juga merasakan manfaat serupa. Lansia tersebut kini tidak lagi harus bangun lebih pagi untuk menampung air karena kebutuhan sehari-harinya dapat dipenuhi melalui toren yang telah dipasang.


















Discussion about this post