Kabupaten Tangerang – Menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat membuat Puskesmas Pasar Kemis mengembangkan ide untuk membuat perkebunan di pekarangan gedung yang berlokasi di jalan cempaka raya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.
Ada lebih dari 100 jenis tanaman obat yang tumbuh subur di Puskesmas yang masuk empat besar pada lomba Toga Nasional 2018.
“Ada sekitar 100 jenis lebih tanaman obat dan Puluhan jenis tanaman buah-buahan,” ujar Salwah, Kepala Puskesmas Pasar Kemis, Selasa (16/10/2018).
Salwah mengatakan, di lahan Puskesmas seluas 3000 meter persegi ini, 2000 meter diantaranya ditanami berbagai macam tanaman dan saung. Suasana asri pun terlihat saat memasuki halaman Puskesmas ini.
“Kita ada tanaman Seledri, selada, pandan, jewer kodok, mahkota dewa, kalau tanaman buah-buahan ada pepaya, mangga, pisang, dan sebagainya,” ujarnya.
Ia mengatakan, ratusan jenis tanaman tersebut berasal dari swadaya pegawai puskesmas yang ingin memiliki tanaman di area Puskesmas.
Bahkan, tidak ada pula anggaran yang disiapkan untuk mengurus dan menambah jumlah tanaman tersebut.
“Kita tidak ada anggaran dari negara, semuanya swadaya dari pegawai, jadi siapa yang membawa dan ingin punya tanaman disini, bisa dibawa, yang merawat juga kesadaran masing-masing saja, nanti hasilnya kita putar lagu untuk beli bibit,” ujarnya.
Kawasan taman puskesmas tersebut dibuka untuk umum, baik masyarakat sekitar yang sengaja ingin datang maupun keluarga pasien yang menginap.
Namun, Salwah menegaskan dilingkungan Puskesmas tidak diizinkan merokok.
“Suka ada kunjungan siswa SMP, SMA, ada juga ibu-ibu yang sengaja datang untuk makan, mereka bawa makanan terus kesini, ada juga keluarga pasien persalinan yang biasanya menginap,” ujarnya.
Pengembangan tanaman obat tersebut pun diharapkan menambah kesadaran pegawai puskesmas maupun masyarakat umum bagaimana mencegah penyakit dengan tanaman obat yang Banyak jenis nya.
“Harapannya bisa jadi pembinaan aja supaya mereka aktif, bisa mengenal kesehatan itu apa sih? Mencegah nya seperti apa, mereka harus tau tanaman obat apa saja,” tandasnya. (yogi/nji)

















