Kabupaten Serang – Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah meminta kepada para OPD untuk kerja nyata dan lebih peka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
Hal tersebut lantaran banyaknya Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak yang pada September 2018 ini mencapai 64 laporan.
Ia menilai masalah tersebut memerlukan komitmen dan penanganan lebih dari setiap instansi yang terkait untuk mencegah terjadinya hal tersebut.
“Kita tidak bisa berdiam diri melihat ini semua, kalau misalkan pola penanganannya selama ini kurang optimal ya harus kita lakukan evaluasi,” imbuhnya.
“Misalnya dengan melibatkan ulama atau masyarakat,” kata Arief saat memimpin rapat koordinasi Pembangunan tahun anggaran 2018 di Hall Hotel Nuansa Bali, Anyer Serang, Selasa (13/11/2018).
Menurut Arief, menjadi birokrat memunculkan tanggung jawab besar untuk bisa terus melayani masyarakat, bukan malah ingin dilayani.
“Menjadi birokrat memberikan kesempatan yang luar biasa untuk mengabdi ke masyarakat. Kerja selama lima hari itu cukup kalau kita benar-benar produktif,” tuturnya.
Sementara itu terkait penyerapan anggaran, Arief juga mewanti-wanti para OPD untuk bisa memaksimalkan waktu yang ada untuk bisa merealisasikan program pembangunan yang telah direncanakan.
“Jangan lupa bahwa ada hak warga Kota Tangerang di anggaran yang kita kelola,” tukasnya. (aul/nji)

















