Kabupaten Lebak – Sebanyak 1.555 desa di empat kabupaten di Provinsi Banten pada tahun 2019 mendapat bantuan keuangan provinsi untuk tiap desa sebesar Rp50 juta.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy menilai, dengan anggaran yang sangat besar dikucurkan kepada desa maka dibutuhkan sinergitas dan pola pikir yang sama untuk memajukan desa.
“Kita lihat (anggarannya) ini kan sangat luar biasa, dari APBN, APBD provinsi dan kabupaten. Beban pemdes (pemerintah desa) bertambah, menjalankan program sesuai dengan perencanaan,” kata Andika, di Aula Multatuli Gedung Setda Lebak, Senin (11/2/2019).
Andika menjelaskan, bantuan keuangan pemprov tersebut menjadi dana komplementer untuk memaksimalkan proses pembangunan di tiap desa.
“Dari akumulasi DD dan ADD serta tambahan bantuan keuangan pemprov bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik dari infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi masyarakat,” jelas wagub.
Dia menjekaskan, tahun ini, dana tersebut diprioritaskan untuk pembangunan perpusatakaan dalam rangka memberikan akses kemudahan masyarakat mendapat ilmu pengetahuan.
“Diprioritaskan untuk perpusatakaan, selanjutnya bisa digunakan untuk kebutuhan operasional desa. Nanti kami evaluasi, kalau ini bagus saya dan Pak Gubernur berkomitmen meningkatakan anggaran bantuan desa untuk pengembangan lainnya,” terangnya.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lebak berharap, buku-buku yang disediakan dalam perpustakaan desa merupakan buku-buku praktis.
“Dari mulai pembangunan ekonomi, pertanian, peternakan, perikanan maupun buku keagamaan dan yang tidak kalah penting pendidikan anak usia dini. Kalau yang sudah ada (perpustakaan) ditambahkan,” katanya. (And/nji)


















Discussion about this post