Kabupaten Pandeglang – Sebuah video berdurasi 19 detik menampilkan protes saat proses pemungutan suara di RSUD Pandeglang diunggah akun twitter @RudiYanaJaya21.
Dalam video tersebut, sejumlah pegawai nampak protes ke Komisioner KPU Pandeglang, Samsuri. Tidak jelas apa yang diprotes, namun Samsuri hanya diam dan mendengarkan.
Dalam unggahannya, @RudiYanaJaya21 menulis pencoblosan di RUSD tidak sesuai aturan, karena banyak pemilih yang tidak bisa menyalurkan hak pilih.
“Kejadian yg tidak Sesuai dgn aturan PEMILU di @RsudBerkah hampir semua di hr Pencoblosan tidak Bisa Memilih. Info @KPUPANDEGLANG surat Suara Habis. KO bisa gini..!!!,” tulis @RudiYanaJaya21 yang juga mention akun @KPU_ID @kpubanten @bawaslu_RI @bawaslubanten @WH_WahidinHalim @irnadim99 @kominfopdglng.
Dikonfirmasi, Samsuri menjelaskan, saat petugas KPPS datang dan melayani pegawai RSUD untuk mencoblos. Sebagian pegawai telah menggunakan hak pilihnya, namun tiba-tiba datang pegawai lain yang diperkirakan lima orang kemudian protes.
“Kronologisnya begini, teman-teman KPPS datang ke rumah sakit memberikan pelayanan. Karena petugas juga ada yang di luar dan tidak masuk. Lalu mereka (pegawai-red) datang ke petugas itu, ada beberapa yang sudah menyampaikan hak pilihnya. Kemudian Ibu ini diperkirakan ada 3 atau 5 orang, yang sudah mencoblos juga ikut menanggapi, akhirnya jadi begini rame,” jelas Samsuri, Kamis (18/4/2019).
Saat ditanya apakah pegawai yang memprotes tidak bisa mencoblos bukan warga Pandeglang. Pihaknya tidak mengetahui secara detail, apakah mereka masuk DPT atau Daftar Pemilih Khusus (DPK), sebab petugas KPPS yang paling mengetahui secara detail.
“Kalau melihat ini saya enggak tahu datanya seperti apa, apakah datanya pemilih di luar. Karena yang lebih tahu (petugas) yang melakukan itu,” pungkasnya.(aep/and)


















Discussion about this post